BKSDA Jerat Monyet Liar yang Menyerang Tiga Anak di Serang

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I, memasang rangkap untuk menjerat kawanan monyet liar yang kerap menyerang dan mengganggu aktivitas warga Kampung Unyur, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Kamis (4/7/2018). (Foto: TitikNOL)
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I, memasang rangkap untuk menjerat kawanan monyet liar yang kerap menyerang dan mengganggu aktivitas warga Kampung Unyur, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Kamis (4/7/2018). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I, memasang rangkap untuk menjerat kawanan monyet liar yang kerap menyerang dan mengganggu aktivitas warga Kampung Unyur, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Kamis (4/7/2018).

Kepala Resot Konsepasi Wilayah I Radianto Laban mengatakan, upaya penangkapan dilakukan karena telah membahayakan warga serta menyebabkan luka cakar pada tiga anak.

Selain meresahkan akibat aksi brutalnya, para warga pun ketakutan terkena penyakit rabies dan hepatitis yang ada di monyet.

"Kalau sudah digigit kan monyet itu menyebabkan penyakit hepatitis dan rabies, dicakar juga sama karena di kukunya itu banyak bakteri," katanya saat ditemui di lokasi.

Lebih lanjut Laban mengungkapkan, bahwa pemasangan jerat rangkap ini merupakan tahapan awal. Jika kawan monyet masih belum terjerat, maka dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tembakan bius untuk menangkapnya.

"Satu yang dipasang jerat, nanti alternatif lain mungkin menggunakan obat bius buat nangkapnya," ujarnya.

Kemudian setelah ditangkap, kata Laban, nantinya kawanan monyet liar akan diperiksa kesehatan oleh dokter hewan agar tidak menularkan penyakit pada manusia maupun hewan lainnya.

"Setelah ditangkap akan diperiksa dulu dan dilepas lagi di hutan Gunung Gede," terangnya. (Son/TN1)

Komentar