Petani di Kecamatan Cilograng Keluhkan Hama Babi dan Monyet

Ilustrasi. (Dok: Merdeka)
Ilustrasi. (Dok: Merdeka)

LEBAK, TitikNOL - Petani di wilayah Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, mengeluhkan hama babi dan monyet yang sering menyerang tanaman warga.

Dikatakan Sutarya, Anggota Kelompok Tani Cikamunding, hama babi dan monyet sering terjadi dan membuat banyak petani kewalahan.

"Biasanya hama babi datang ke kebun malam hari dan pagi-pagi tanaman rusak," ujar Sutarya, Selasa (9/7/2019).

Dijelaskannya, kendati petani di Desa Cikamuning kerap berjaga-jaga dan melakukan perburuan hama babi tersebut namun hasilnya tidak maksimal.

Oleh karena itu lanjut Sutarya, para petani berharap agar pemerintah bisa membantu menangani serangan hama babi dan monyet itu karena sudah sangat meresahkan.

Menurutnya, hama monyet kerap merusak tanaman warga siang maupun malam, umumnya tanaman yang dirusak adalah jenis tanaman jagung, pisang dan padi.

"Babi dan monyet hampir merata merusak pertanian di sejumlah wilayah Desa Cikamunding. Hama ini sudah lama terjadi, namun untuk tahun ini sudah sangat meresahkan warga. Kalau ini dibiarkan warga sangat dirugikan," tukas Sutarya.

Terpisah, Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Cilograng, Karnali, membenarkan serangan hama babi dan monyet tidak hanya terjadi di desa Cikamunding saja.

Menurutnya, kejadian serupa terjadi di beberapa desa lainnya di Kecamatan Cilograng. Kondisi itu diduga terjadi lanjut Karnali, selain ada monyet-monyet yang dikirim diduga dari wilayah Sukabumi, juga karena lahan tanah milik warga di sejumlah desa sudah dibebaskan oleh PT. Gama (PT. Cemindo Gemilang) dan sudah mulai digarap.

"Sejak digarapnya tanah yang dibebaskan itu oleh perusahaan, iya memang banyak babi dan monyet yang berkeliaran dan menyerang tanaman milik warga hingga ke perkampungan," beber Karnali.

Karnali mengakui, pihaknya merasa kesulitan menangani serangan hama babi dan monyet tersebut.

"Belum ada solusi yang efektif, di sisi lain warga juga ada istilah tabu kalau membunuh monyet. Karena itu, kami juga sebagai petugas di lapangan kesulitan menangani hama monyet tersebut," terangnya.

"Kalau hama babi memang sudah ada kelompok pemburu hama babi disetiap desa, untuk persoalan hama babi dan monyet itu kami di kegiatan musrenbang kecamatan sudah kami sampaikan ke pihak kepolisian dan meminta bantuan untuk mengatasinya," sambung Karnali. (Gun/TN1)

Komentar