Jum`at, 4 April 2025

Dampak Covid 19, Konsumsi BBM di Banten Turun Penggunaan LPG Naik

Sales Manager Pertamina Banten Widhi Tri. (Foto: TitikNOL)
Sales Manager Pertamina Banten Widhi Tri. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Pasca pandemi virus Corona atau Covid 19 merebak di Indonesia, kegiatan ekonomi masyarakat berpenghasilan harian menjadi lesu dan lumpuh.

Pembatasan ruang aktivitas warga sebagai bentuk ikhtiar pencegahan penularan terinfeksi virus Corona, berimbas pada penurunan konsumen Bahan Bakar Minyak (BBM).

Namun di sisi lain, kegiatan masyarakat yang hanya beraktivitas di rumah saja menyebabkan naiknya grafik penggunaan elpiji (LPG). Terlebih khusus permintaan pada elpiji bersubsidi tiga kilogram atau yang akronim dengan si melon.

Sales Manager Pertamina Banten Widhi Tri mengatakan, konsumsi BBM pada bulan april ini mengalami penurunan sebanyak 35 persen. Sedangkan, peningkatan konsumsi elpiji melonjak hingga 11 persen.

Hal itu bisa terjadi akibat dampak dari penyebaran virus Corona. Terlebih, masyarakat diimbau untuk mengurangi kegiatan yang tidak penting.

Selama masa Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB), Pertamina merupakan salah satu perusahaan yang dikecualikan dan tetap beroperasi. Selain itu, penyaluran BBM dan LPG tetap dilakukan dengan memperhatikan protokol keamanan pencegahan Covid-19 serta kebijakan Pemerintah pusat maupun daerah.

"Pada bulan April 2020, produk Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) turun sebesar 35 persen dan Gasoil (Dexlite dan Pertamina Dex) terkoreksi 26 persen. Konsumsi LPG subsidi 3 kilogram (KG) naik 11 persen," katanya saat ditemui di Hiswana Migas Banten, Senin (27/04/2020).

Ia menjelaskan, jika pada kondisi normal, konsumsi Gasoline mencapai 26.247 kilo liter per hari. Sedangkan, pada bulan April 2020, rata-rata konsumsi mencapai 17.316 kilo liter perhari. Sementara itu, Gasoil pada kondisi normal adalah 9.811 kilo liter perhari dan rata-rata konsumsi pada bulan April 2020 sebesar 7.502 kilo liter perhari.

Sementara itu, kebutuhan LPG di sektor rumah tangga meningkat karena sebagian besar masyarakat kini beraktivitas dari rumah. Pada bulan April, konsumsi LPG subsidi 3 kilogram naik dari konsumsi normal 6.504 metrik ton perhari menjadi 7.214 metrik ton perhari.

Sedangkan, konsumsi LPG non subsidi untuk sektor rumah tangga, yakni Bright Gas 5,5 kilo gram dan 12 kilo gram, menjadi 636 metrik ton perhari dari konsumsi normal 646 metrik ton perhari atau turun 2 persen.

"LPG tidak mengalami kenaikan, di pangkalan itu Rp18 ribu jika diambil sendiri. Kalau di pengecer memang harganya bervariatif, tapi kami menekankan selalu harganya masuk akal tidak membebankan masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa stok BBM dan LPG telah aman hingga lebaran idul fitri. Selain itu, ia mengaku telah membentuk Satgas untuk menjaga keberlangsungan penyaluran energi.

"Kami akan pastikan baik BBM ataupun LPG menghadapi lebaran ditengah Covid 19 ini di wilayah Banten dalam kondisi aman," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang LPG Hiswana Migas Banten Yudi menambahkan, Pertamina meningkatkan layanan masyarakat melalui layanan antar Pertamina Delivery Service (PDS) selama bulan ramadhan. Layanan dapat diakses melalui call center Pertamina 135, untuk pembelian produk BBM dan LPG non subsidi.

Bagi pengguna LPG Bright Gas, masyarakat dapat menikmati promo diskon khusus dengan program PDS ini. Yakni diskon biaya isi ulang hingga 25 persen serta bebas biaya antar. Promo ini berlaku sejak 20 April hingga 18 Juni 2020.

"Untuk mendukung layanan WFH, kami mengadakan layanan home pertamina servis. Masyarakat tinggal telpon call center 135 nanti akan dikirim BBM atau LPG dikirim ke rumah konsumen. Jadi konsumen tetap di rumah," terangnya. (Son/TN1)

Komentar