Hilang Empat Hari, Seorang Nelayan di Pandeglang Ditemukan Tewas

Nelayan yang hilang selama empat hari karena laka laut kapal KM Sri Rejeki yang terbalik di Pesisir Pantai Borokoy Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. (Foto: TitikNOL)
Nelayan yang hilang selama empat hari karena laka laut kapal KM Sri Rejeki yang terbalik di Pesisir Pantai Borokoy Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. (Foto: TitikNOL)

PANDEGLANG, TitikNOL - Nelayan yang hilang selama empat hari karena laka laut kapal KM Sri Rejeki yang terbalik di Pesisir Pantai Borokoy Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, ditemukan tewas.

Kejadian bermula pada Jumat (29/6/2019) pukul 16.00 WIB. Kapal KM Sri Rezeki terbalik saat melaut karena tingginya gelombang dan arus deras. Korban Toha (14), MAK (40) ditemukan selamat mengalami luka-luka. Sementara korban Amir (38) hilang.

Tim Basarnas Banten yang melakukan pencarian selama empat hari, menemukan jasad korban Amir di radius 10 Km dari lokasi kejadian dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di pesisir pantai radius 10 km kearah barat, 10 km kearah timur. Dan berhasil menemukan korban di radius 10 Km ke Arah barat dari TKM dengan koordinat S 06°50'30"-E 105°48'20" dalam keadaan meninggal," kata Kasiops Basarnas Banten Heru, Senin (1/7/2019).

Operasi pencarian dilakukan gabungan bersama pihak kepolisian setempat dan warga sekitar. Saat ini, untuk keperluan autopsi korban meninggal dilarikan ke rumah sakit Malingping.

"Korban selanjutnya di evakuasi ke RSUD Malingping," tukasnya. (Gat/TN1)

Komentar