Jelang Natal, Sejumlah Komoditas di PIR Merangkak Naik

Salah Satu pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Rau (PIR).
Salah Satu pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Rau (PIR).

SERANG, TitikNOL - Mendekati perayaan natal dan pergantian tahun, Sejumlah harga komoditas bumbu dapur di Pasar Induk Rau (PIR) merangkak naik.

Salah satu pedagang bumbu dapur Rohmat mengatakan, kenaikan ini terjadi sejak satu pekan terakhir ini. Secara bertahap sejumlah komoditas naik. Bahkan harga tomat yang biasanya dijual Rp6 ribu naik dua kali lipat menjadi Rp12 ribu.

Kemudian rawit merah biasanya dijual Rp40 ribu, sekarang Rp50 ribu. Bawang merah saat ini mencapai Rp40, padahal biasanya hanya Rp28 ribu. Disusul kentang yang baru-baru ini naik dijual Rp14, biasanya mah Rp12 ribu.

"Hampir semua naik mas. Tapi yang naiknya tinggi bawang merah, rawit merah, tomat sama kentang," katanya saat ditemui di PIR, Rabu, (11/12/2019).

Ia menyebutkan, kenaikan pada minggu ini dinilai belum seberapa. Sebab dirinya memprediksi kenaikan harga akan terus terjadi hingga menjelang natal mendatang.

"Biasanya sih alasan dari bandarnya begitu menjelang natal katanya, tahun baru. Udah biasa tetap tahun. Ya kalau pelanggan mah ada yang nerima ada yang nggak nerima juga. Tapi banyak yang ngeluh sih segala macam naik," ujarnya.

Akibat dari kenaikan tersebut, Rohmat mengaku omset penjualannya turun secara drastis. Ia berharap pemerintah peduli dan memiliki solusi untuk menekan harga cabai kembali normal.

"Omset sebenarnya turun sih lumayan. Biasanya mah sehari dapat Rp5 juta sampai Rp6 juta, sekarang mah paling Rp3 juta Rp4 jutaan," terangnya.

Sementara itu, salah satu pembeli warga Griya Lapang Ayu mengaku sudah tidak kaget dengan kenaikan sejumlah komoditas bumbu dapur menjelang perayaan natal ini.

Untuk mengimbangi kebutuhan dapur, kata Ayu, mengurangi jumlah barang belanjaan dinilai menjadi solusi terbaik dalam mengatasi kenaikan komoditas.

"Lagu lama lah mau diapain lagi. Harapan seorang ibu pasti ingin turun lah pasti. Karena kan kebutuhan bukan cabai saja. Pastinya mengurangi belanjaan, apalagi seorang ibu memiliki keterbatasan keuangan apalagi ibu rumah tangga. Ibu-ibu mah nggak bisa berbuat apa-apa," katanya membeli cabai rawit merah. (Son/TN1)

Komentar