Mayat Nelayan Asal Garut Ditemukan di Perairan Pulau Tinjil Pandeglang

Sejumlah petugas Polairud Pos Binuangeun tengah mengevakuasi mayat seorang nelayan yang ditemukan di perairan pulau Tinjil - Pandeglang. (Foto: Ist)Sejumlah petugas Polairud Pos Binuangeun tengah mengevakuasi mayat seorang nelayan yang ditemukan di perairan pulau Tinjil - Pandeglang. (Foto: Ist)

PANDEGLANG, TitikNOL - Sesosok mayat nelayan bernama Alfin (25) diketahui merupakan warga Kampung Banyuasih, Desa Pamarayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan di perairan pulau Tinjil, Kabupaten Pandeglang sekira pukul 15.00 WIB, Sabtu (02/6/2018).

Iptu Edi Abas Kanit Reskrim Polsek Cikeusik, Polres Pandeglang mengatakan, awalnya Polsek Cikeusik menerima laporan dari anggota Polairud Pos Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Petugas Polairud mendapatkan informasi adanya jasad seorang pria diduga nelayan yang mengapung diperairan antara pulau Tinjil dan Mantiung dari nelayan yang tengah melakukan pelayaran untuk mencari ikan di perairan pulau Tinjil.

Kemudian, sejumlah anggota Polairud bersama dengan nelayan menuju ke lokasi dan sesampainya di lokasi, benar saja terdapat sesosok mayat yang mengapung bersama kapal Kincang bernama Sri Rezeky yang dalam kondisi tertelungkup.

Mayat dan kapal kincang tersebut kemudian dievakuasi ke dermaga Polairud Binuangeun dan mayat korban di bawa ke Puskesmas Binuangeun.

"Dalam kejadian laka laut ini korban yang ditemukan baru satu orang, sementara yang dua orang belum ditemukan dan masih dalam pencarian," ujar Kanit Reskrim Polsek Cikeusik kepada TitikNOL.

Sementara, Iptu Sudedi Kanit Reskrim Polsek Wanasalam, Polres Lebak menuturkan, Polsek Wanasalam turut membantu memback up terkait penemuan mayat seorang nelayan dan dua korban lainnya yang masih belum ditemukan tersebut.

"Polsek Wanasalam turut membantu memback up, jasad korban sudah dibawa oleh pihak keluarganya. Sementara dua orang lagi yang belum ditemukan bernama Iyus dan Martin dan masih dilakukan pencarian," tukas Kanit Reskrim Polsek Wanasalam. (Gun/TN1)


Komentar