Menjadi Lokasi Terparah Bencana, Warga Cigobang Tetap Bertahan di Rumahnya

Tanah longsor di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: TitikNOL)
Tanah longsor di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: TitikNOL)
LEBAK, TitikNOL - Akibat longsor, enam nyawa melayang di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.

Ke enam korban tersebut terdiri dari satu laki-laki anak di bawah umur, dua perempuan dan tiga laki-laki dewasa.

"Ada korban 6 orang, perempuan 2, 4 laki-laki, di bawah umur cuma ada 1 laki-laki," kata Suada, salah satu warga Cigobang, saat ditemui TitikNOL di lokasi pengungsian, Sabtu (4/1/2020).

Meski menjadi tempat terparah bencana tanah longsor, Suada mengaku enggan meninggalkan kediamannya dan berpindah ke pengungsian.

"40 keluarga lagi, alesan karena ikuti adat leluhur, sesepuh belum ada perintah untuk turun," ujarnya.

Tidak hanya di Cigobang, Di kampung Cinyiru, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong juga ada beberapa warga yang masih bertahan di rumahnya dengan alasan menjaga harta berharga dan kampung halaman.

"Kalau malam ada 10 laki-laki semua, enggak takut, kalau kata aparat kalau yakin selamat di sini saja, kita jagain rumah dan kampung karena banyak motor, mobil. Kita adzan di sini karena yang lain pada ngungsi. Keseluruhan ada 4 RT warga sekitar 200 lebih," kata Jamal, salah satu warga kepada TitikNOL saat ditemui di halaman rumahnya.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, per Sabtu (4/1/2020) pukul 13:50 WIB, jumlah korban meninggal berjumlah 10 orang bertambah dari data sebelumnya.

"Sebelumnya 2 orang menjadi 10 orang meninggal dunia," kata Deni Saputra Petugas Pusdatin BPBD Provinsi Banten. (Lib/TN1)

Komentar