Sabtu, 5 April 2025

Pemkot Cilegon Terapkan Absensi Online Menggunakan Smartphone

CILEGON, TitikNOL - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melakukan, uji coba absensi online memggunakan smartphone. Absensi online akan efektif berlaku pada Februari 2022 mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Achmad Jubaedi mengatakan, absensi online masih tahap uji coba.

"BKPP bekerjasama dengan Diskominfo (Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik) sebagai yang membuat aplikasinya, nanti setelah benar-benar jadi semuanya baru diserahkan ke BKPP," ungkap Jubaedi, Rabu (5/1/2022).

Jubaedi menjelaskan, selama uji coba dilakukan belum terlihat adanya kendala yang serius. Beberapa kendala yang dihadapi hanya ketidaksesuaian data nama pegawai dan jabatannya. Saat ini pihaknya sudah meminta kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih ada kekeliruan data pegawai dan jabatannya, sudah diminta memerbarui data dan dilaporkan ke BKPP Kota Cilegon.

"Kalau untuk jaringan tidak ada kendala, meskipun untuk OPD yang tidak berada di Kawasan Kantor Walikota Cilegon, serta kecamatan dan kelurahan-kelurhahan," ujarnya.

Dengan absensi online, kata Jubaedi, bisa lebih efisien karena tidak membutuhkan perangkat lain seperti absesni manual dengan kertas atau sistem finger. Dengan absensi online ini, diharapkan juga bisa mendisiplinkan pegawai, memudahkan dan keakuratan data absensi kepagawaian lebib akurat. Selain itu, juga bisa dipantau pimpinan titik koordinat pegawainya ketika dinas luar atau saat absensi.

"Mayoritas pegawai saat ini sudah memunyai dan bisa menggunakan smartphone android, bagi pengguna iphone memang saat ini belum bisa melakukan absensi online tersebut, tetapi ke depan akan kami upayakan. Sementara, pakai smartphone dulu," tuturnya.

Absensi online dengan aplikasi e-Cilegon Presensi, lanjut Jubaedi, bisa digunakan juga saat pegawai dinas luar, cuti atau sakit.

"Untuk proses absensinya, radius tergantung OPD yang menentukan titik koordinatnya bisa 50 meter atau 150 meter dari Kantor OPD tersebut," kata dia.

Ke depan, dengan absensi online dengan aplikasi smartphone diharapkan ada data realtime terkait kehadiran pegawai.

"Ada beberapa pegawai yang masih absen manual seperti petugas kebersihan DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Perawat Rumah Sakit, Guru, tetapi ke depan bisa semua, dengan pengaturan jam kerja yang berbeda dengan pegawai OPD lain, karena ada yang sistemnya shift," pungkasnya. (Ardi/TN2)

Komentar