Reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung - Pandeglang Molor

Ilustrasi. (Dok: Apahabar)
Ilustrasi. (Dok: Apahabar)

SERANG, TitikNOL – Pembangunan fisik reaktivasi rel Kerata Api (KA) Rangkasbitung-Pandeglang mengalami kemunduruan. Informasi yang dihimpun, pembangunan fisik akan dibangun pada April 2020. Namun pembangunan tersebut baru akan dimulai pada 2021 mendatang.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banten, Tri Murtopo membenarkan, pembangunan fisik reaktivas KA Rangkasbitung-Pandeglang baru dimulai pada 2021. Untuk 2020 baru akan dilakukan pembersihan lahan.

“Jadwal (pembangunan) di saya itu 2021. Tahun ini baru pengukuran selesai. Dan saya tanya ke teman baru mau dihitung apraisalnya,” kata Tri saat ditemui di Masjid Raya Al Bantani pekan kemarin.

Saat ditanya berapa luas lahan KA yang dibersihkan dari bangunan, Tri mengaku tidak mengetahuinya. Dirinya beralasan, Dishub hanya mengurusi persoalan teknis pembangunan.

“Kalau soal tanah bukan ke saya, sama juga soal bangunan. Yang jelas mereka akan mendapatkan santunan setelah dihitung apraisalnya. Nanti dilaporkan dulu ke Pak Gubernur baru dibuatkan surat keputusan (SK). Tapi nanti kita akan rapatkan lagi Selasa (11/2),” ujarnya.

Terkait rencana pembangunan double track, Tri menuturkan, hal itu belum masuk dalam program Dishub pada 2020. Meski begitu, ia mengaku, tahun ini yang akan dibangun adalah peningkatan rel KA.

“Tahun ini peningkatan kapasitas dari Rangkasbitung ke Serang. Dan 2021 Serang-Merak. Yag diganti itu rel dan bantalannya. Kemungkinan memakan waktu satu tahun. Jadi nanti kecepant rel yang sebelumnya 40 kilometer per jam menjadi 70 kilometer per jam,” paparnya.

“Untuk double track, saya juga pernah ngobrol dengan Pak Dirjen Perhubungan Darat, kalau doubles track kan harus ada pembebasan lahan dulu. Jadi sekarang peningkatan dulu. Mudah-mudahan sambil jalan dipasangkan (insfrastruktur) KRL (commuterline). Dan itu anggaran semua dari Kemenhub,” sambungnya.

Tri juga menepis anggapan jika reaktivasi KA Rangkasbitung-Pandeglang akan mematikan angkutan umum.
“Saya kira tidak akan tersisih. Kan (kereta api) jallurnya lurus. Beda engan angkutan,” tukasnya. (Lib/TN1)

Komentar