Sejarah Lato-lato, Mainan Tradisional yang Kini Sedang Viral

Ilustrasi. (Dok: Apahabar)
Ilustrasi. (Dok: Apahabar)

TitikNOL - Lato-lato, siapa yang tak kenal mainan yang sedang viral ini, mainan tradisional dua buah bola plastik berbobot padat keras dan permukaan halus yang diikat seutas tali dengan cincin jari di tengah.

Mainan yang juga dikenal etek-etek atau nok-nok ini merupakan mainan jenis permainan ketangkasan dengan mengandalkan keterampilan fisik.

Lato-lato dimainkan dengan cara diayunkan baik secara lambat maupun secara cepat hingga saling berbenturan dan menghasilkan bunyi khas.

Benturan dua bandul bola pada lato-lato yang mengeluarkan bunyi khas tersebut sebagai daya tarik yang membuat pemainnya ketagihan untuk mengulangi secara berulang-ulang.

Dikutip dari berbagai sumber, lato-lato merupakan permainan yang berasal dari Amerika Serikat. Salah seorang penemu mainan lato-lato adalah Marvin Glass asal Chicago, Amerika Serikat dengan nama clackers balls toys pada akhir era 1960-an, dan kemudian kian populer pada awal era 1970-an.

Permainan ini mulai muncul pada era 1960-an hingga makin populer pada awal 1970-an. Saat itu orang-orang menyebutnya mulai dari clackers, click-clacks, knockers, ker-bangers, dan clankers, penamaan ini kebanyakan berdasarkan dengan merek dan nama yang telah diberikan oleh pabrik pembuatnya masing-masing. Ketika permainan ini mulai masuk ke Indonesia, clackers balls toys disebut lato-lato.

Namun pada Tahun 1971, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan peringatan atas keamanan produk.

Komentar