Simsalabim, PKL di Stadion Maulana Yusuf Menjamur di tengah Pandemi

Swjumlah PKL di Stadion Maulana, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Swjumlah PKL di Stadion Maulana, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Memasuki pase newnormal dari pandemi covid-19, Pedagang Kaki Lima (PKL) di halaman Stadion Maulana Yusuf Serang kembali menjamur.

Pantauan di lokasi, setiap memasuki akhir minggu atau libur pekan, halaman depan stadion dipenuhi pedagang yang menjual aneka ragam. Mulai dari cemilan, makan berat hingga penyewaan permainan anak-anak.

Kebutuhan ekonomi menjadi alasan mereka menjajakan jualannya ditempat yang bukan diperuntukan untuk berjualan. Bahkan, sudah berkali-kali Pemkot Serang melakukan penertiban. Tapi selalu kandas karena para PKL membandel dan berjualan kembali.

Padahal, Pemkot Serang telah merelokasi para PKL ke Kepandean. Tidak sampai disitu, pemerintah juga menata dan membuatkan lapak untuk kenyamanan PKL berjualan. Namun faktanya, tempat yang disediakan masih kosong hingga saat ini.

Salah satu PKL di stadion yang minta dirahasikan namanya mengatakan, tingkat kelarisan barang dagangannya menjadi alasan utama pihaknya tidak ingin pindah ke Kepandean. Ditambah, letak geografis Stadion dinilai lebih strategis.

Menurutnya, para pedagang mulai aktif berjualan di stadion setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan newnormal atas kasus covid-19.

“Iya ramai terus. Kalu pas ramai corona nggak jualan, pas newnormal jualan lagi. Ramai lagi,” katanya saat ditemui saat berjualan, Senin (17/8/2020).

Sejauh ini, dirinya mengaku betah berjualan di area stadion, karena cukup membayar Rp5 ribu setiap kali dagang bisa mendapatkan energi listrik dan dijamin keamanan.

“Bayar Rp5 ribu setiap jualan. Ada yang ngambilnya kesini. Listrik bukan dari aki, udah ada disini,” ungkapnya.

Ia menerangkan, omset jualannya selalu laris manis dan mendapat keuntungan yang cukup setiap menjelang libur akhir pekan. Dengan keuntungan itu, dirinya dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

“ Alhamdullilah jualan habis terus setiap hari,” tukasnya. (SON/TN2)

Komentar