Survei BPS: Wilayah Perkotaan Sumbang Angka Kemiskinan Terbanyak Di Banten

Ilustrasi. (Dok: Faktualnews)Ilustrasi. (Dok: Faktualnews)

SERANG, TitikNOL – Angka kemiskinan Provinsi Banten berdasarkan hasil Survei sosial ekonomi nasional (Susenas) pada Maret 2019, mengalami penurunan dibandingkan dengan September 2018. Penurunan tersebut sebesar 0,16 persen.

“Maret 2019 sebesar 5,09 persen sedangkan September 2018 sebesar 2,25 persen. Hal itu sejalan dengan berkurangnya penduduk miskin sebanyak 14,28 ribu orang dari 668,74 ribu orang pada bulan September 2018 menjadi 654,46 ribu orang pada maret 2019,” tertulis dalam pers rilis BPS yang diterima TitikNOL saat konferensi pers di kantor BPS Banten, Senin (15/7/2019).

Angka kemiskinan pada Maret 2019 disumbang terbesar oleh wilayah perkotaan, yaitu 378,73 ribu atau 4,12 persen, sedangkan perdesaan sebesar 275,73 ribu atau 7,47 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, rendahnya penyumbang kemiskinan di wilayah perdesaan pada Maret 2019, karena sedang mengalami panen padi sehingga orang miskin tertolong.

“Dan kebetulan di Maret 2019 di perdesaan masih panen padi sehingga orang miskin menjadi tertolong dapat pekerjaan dari memanen, artinya pengangguran juga menurun disamping kemiskinan menurun,” katanya kepada awak media.

Sementara, tingkat ketimpangan penduduk di wilayah perkotaan dan perdesaan pada Maret 2019 menurun dibandingkan bulan September 2018.

“Perkotaan September 2018 sebesar 0,362 sedangkan maret 2019 sebesar 0,360. Perdesaan September 2018 sebesar 0,299 sedangkan maret 2019 sebesar 0,294. Perkotaan plus perdesaan pada September 2018 sebesar 0,367 dan maret 2019 sebesar 0,363 menurun 0,002 poin,” jelasnya.

Meski dari September 2018 ke maret 2019 menurun, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di wilayah perdesaan Provinsi Banten dari Maret tahun 2017 ke Maret tahun 2019 meningkat.

Berdasarkan grafik perkembangan Gini Ratio Banten 2010 – Maret 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk dari bulan maret 2017 – September 2018 terus meningkat, bahkan hanya mengalami penurunan sedikit di Maret 2019.

“Maret 2017 sebesar 0,267, September 2017 sebesar 0,270, Maret 2018 sebesar 0,283, September 2018 sebesar 0,299 dan maret 2019 sebesar 0,294,” sambungnya.

Sedangkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di wilayah perkotaan daerah banten dari 2017 sampai dengan maret 2019 mengalami penurunan dibandingkan wilayah perdesaan.

Berdasarkan Grafik dari data Susenas yang diolah BPS Banten, hanya mengalami peningkatan sedikit dari Maret 2017 sampai maret 2018, sedangkan daari Maret 2018 – Maret 2019 mengalami penurunan yang melebihi Maret 2017.

“Maret 2017 sebesar 0,381, September 2017 sebesar 0,380, maret 2018 sebesar 0,386, September 2018 sebesar 0,362, maret 2019 sebesar 0,360,” tukasnya. (Lib/TN1)

Komentar