Terhalang Pipa Gas dan Sutet, Perencanaan Jalan Pelabuhan Warnasari akan Direvisi

Direktur Operasional dan Pengembangan Usaha PT PCM, Akmal Firmanayah saat meninjau lokasi akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari. (Foto: TitikNOL)Direktur Operasional dan Pengembangan Usaha PT PCM, Akmal Firmanayah saat meninjau lokasi akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) akan membangun akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari. Akses yang akan mulai dibangun tersebut mulai dari jalan Asia Raya kawasan industri PT KIEC atau tepatnya persis di seberang PT Krakatau Posco.

Direktur Operasional dan Pengembangan Usaha PT PCM Akmal Firmansyah mengatakan, akses menuju Pelabuhan Warnasari itu akan mulai dibangun paling lambat tahun ini.

"Pemegang saham dan komisaris minta secepatnya untuk akses jalan ke Pelabuhan Warnasari dibuka, terus akses jalan ini merupakan prioritas utama menuju Pelabuhan Warnasari," kata Akmal saat meninjau akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari, Senin (16/10/2017).

Akmal mengungkapkan, adanya pipa-pipa pabrik dan keberadaan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang masuk di lintasan akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari sepanjang 750 meter dan lebar 30 meter tersebut, membuat pihaknya akan mencoba untuk merevisi Detail Engineering Design (DED) PT KIEC.

"Sebelum membangun kita akan coba revisi DED KIEC dengan konsultan kita sendiri, karena menurut DED KIEC itu lahan yang akan kita bangun akses ini harus diurug. Selain itu, akses masuk jalan juga banyak pipa, ada pipa gas yang harus banyak pengamannya gitu. Jadi akses keluar-masuknya ini apakah bentuknya fly over atau bagaimana," ujarnya.

Sementara, terkait keberadaan Sutet yang masuk di lintasan akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari lanjut Akmal, pihaknya sudah meminta PT Krakatau Steel (KS) untuk segera memindahkannya.

"Kita sudah minta ke KS untuk memindahkan Sutet yang masuk lintasan," ujarnya.

Perlu diketahui, pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Warnasari diperkirakan akan menelan anggaran kurang lebih Rp45 miliar. (Ardi/red)

Komentar