Sabtu, 5 April 2025

Tiga Kecamatan di Kota Serang Terendam Banjir, Ini Titik-Titiknya

Kondisi banjir di Lingkungan Kalodran, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka. (Foto: TitikNOL)
Kondisi banjir di Lingkungan Kalodran, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Sebanyak tiga kecamatan di Kota Serang terendam banjir. Hal itu akibat dari intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur semalam.

Setidaknya, ada delapan titik di tiga kecamatan yang terendam banjir. Di antaranya, Cikulur, Cinanggung, Taman Widya Asri, Ranau Estate (Kecamatan Serang), Pangampelan, Kalodran (Kecamatan), wilayah Untirta, Komplek Graha Sutra (Kecamatan Cipocok).

Don salah satu Lingkungan Kalodran, RT 01, RW 02, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka mengatakan, air mulai merendam rumahnya seja pagi. Ada sekitar 50 rumah yang terendam. Ketinggian air mencapai sekira 50 centimeter.

"Ada sekitar 50 rumah yang terendam. Mohon bantuannya. Belum (surut). Air sampai masuk ke rumah," katanya kepada TitikNOL, Rabu (3/2/2021).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan menerangkan, banjir disebabkan oleh saluran air yang tersendat karena timbunan sampah, sedimentasi dan bangunan liar.

"Banjir ini bukan karena hujan saja, karena itu anugerah tuhan ya, masa anugerah tuhan disalahkan ya. Kita juga harus sadar diri lapangan, contoh saluran yang tidak memadai. Itu misalkan ada timbunan sampah, sedimentasi, ada bangunan liar seperti di Cinanggung. Itukan menjadi penghambat aliran air yang mestinya lancar ke hilir," terangnya.

Ia menyebutkan, banjir yang paling parah terjadi di tiga lokasi yakni Cikulur, Untirta dan Cinanggung. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini.

"Yang paling parah di Cikulur, Untirta, Cinanggung. Alhamdulillah nggak ada (korban jiwa). Hanya di Untirta ada evakuasi warga melintasi banjir, mungkin dia ke rumah saudaranya atau ke cari aman," ungkapnya.

Selain banjir, kata Diat, terjadi longsor dan pohon tumbang di Komplek Graha Asri. Terdapat enam rumah yang mengalami kerusakan.

"Ada 2 hal lagi itu, longsor dan pohon tumbang di Graha Asri. 1 rusak sedang, yang sampai 5 rusak ringan retak-retak karena longsor," jelasnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca efek dari La Nina. Di sisi lain, pihaknya meminta warga untuk bergotong royong dalam membersihkan saluran air untuk meminimalisir terjadinya banjir.

"Waspada terhadap efek La Nina ini dimana intensitas hujan tinggi. Kalau di pinggir rumahnya ada solokan atau saluran air ya kerja bakti atau gimana lah, kearifan lokal," tukasnya. (Son/TN1)

TAG banjir
Komentar