TNI AL Bangun Dua Kapal Patroli Cepat di Banten

Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono didampingi Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Sunaryo, Asisten Logistik (Aslog) Kanal Laksda TNI Agus Santoso, Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Maman Rohman dan Direktur PT. CMS Kris Pramono saat menekan tombol sirine tanda dibangunannya dua kapal di PT Caputra Mitra Sejati. (Foto: TitikNOL)
Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono didampingi Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Sunaryo, Asisten Logistik (Aslog) Kanal Laksda TNI Agus Santoso, Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Maman Rohman dan Direktur PT. CMS Kris Pramono saat menekan tombol sirine tanda dibangunannya dua kapal di PT Caputra Mitra Sejati. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali akan diperkuat dengan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) baru berupa dua Kapal Patroli Cepat 60 Meter Multiyears TA 2022, 2023 dan 2024 .Pembuatan dua kapal tersebut dipercayakan kepada PT Caputra Mitra Sejati (CMS) yang berlokasi di Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten.

Proses First Steel Cutting (proses pemotongan plat pertama kali) dan Keel Laying (peletakan lunas pertama saat kapal dibangun) saksikan langsung Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono didampingi Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Sunaryo, Asisten Logistik (Aslog) Kanal Laksda TNI Agus Santoso, Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Maman Rohman dan Direktur PT. CMS Kris Pramono yang ditandai dengan bunyi sirine, pemotongan pelat pertama dengan menggunakan alat portable NC Machine Cutting HC4300 dan pengelasan pelat baja diiringi lagu Bagimu Negeri.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono telah mewujudkan komitmennya untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah yaitu peningkatan penggunaan produksi dalam negeri serta kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

Kedua kapal yang akan dikerjakan selama 26 bulan ini memiliki spesifikasi panjang seluruh (LOA) 61.20 meter, lebar 6,50 meter, tinggl 4,95, kecepatan penuh 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, kecepatan ekonomis 15 knot, akomodasi untuk 50 ABK dan 5 cadangan, kapal patroli cepat ini juga dilengkapi dengan persenjataan Meriam40 mm, serta dilengkapi Firing Control System, dan Meriam kaliber ringan 12,7 mm.

Menurut Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong kemajuan yang cukup signifikan dalam pembangunan industri pertahanan dalam negeri.

Keberadaan PT Caputra Mitra Sejati, sebagai salah satu industri pertahanan bidang maritim untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam membangun industri pertahanan. TNI AL akan terus berkomitmen semaksimal mungkin memanfaatkan industri dalam negeri untuk pemenuhan Alutsista.

Pembangunan kapal ini mengandung makna penting yakni sebagai bagian dari perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut sekaligus realisasi dari pemenuhan kebutuhan Alutsista, dan pemanfaatan industri pertahanan dalam negeri dengan melanjutkan pembangunan kapal patroli cepat 60 m.

"Negara kita ini negara kepulauan yang sangat besar, tentunya membutuhkan kapal yang sangat banyak untuk mengamankan, minimal asisten force, yang mana saat ini masih 60 persen dari target yang dijadwalkan," Kata Wakasal, Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono kepada wartawan dilokasi, Jumat (9/12/2022).

Jenderal TNI AL bintang tiga yang digadang-gadang menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) itu mengungkapkan , kapal patroli cepat yang dibangun, ditarget selesai pada 2024 mendatang dan akan menjadi alutsista Koarmada III TNI AL yang bermarkas di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Dia akan mengamankan kedaulatan negara dari sisi laut yang berbatasan dengan sejumlah negara di wilayah paling timur Indonesia.

Secara keseluruhan, TNI AL akan membangun 10 kapal patroli cepat untuk menjaga kedaulatan Indonesia, dari tindakan ilegal fishing hingga ilegal maining.

"Kita butuh 50 kapal, saat ini kita baru punya 40 kapal, tetapi yang 50 persen kapal tua. Itu juga nanti akan menjadi program kita untuk diperbaiki, sehingga galangan kapal berkompetisi untuk membangun kapal patroli cepat masih sangat banyak, dari jumlah saja kita kurang 10," ujarnya.

"Membangun kapal dari dalam negeri jadi sangat efektif dibanding kita menunggu kapal perang tempur yang (dari luar negeri). Kita sudah membuat dua kapal tempur, CMS, kita sudah membuat dua, satu dibuat dan satu lagi di rencanakan, di Batam, sejenis kapal kecil. Kita harus mulai, karena bagaimana mengajak teman-teman galangan mengimprovisasi menjadi lebih baik," pungkasnya. (Ardi/TN).

Komentar