Usut Kasus Ledakan Galangan Kapal di Puloampel, Polisi Panggil Pimpinan Proyek

Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi ledakan galangan kapal PT Krakatau Shipyard beberapa hari yang lalu. (Foto: TitikNOL)
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi ledakan galangan kapal PT Krakatau Shipyard beberapa hari yang lalu. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - untuk melengkapi berkas perkara atas peristiwa ledakan di galangan kapal PT Krakatau Shipyard di Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon memanggil pimpinan proyek hari ini, Senin (14/8/2017).

Kasat Reskrim Polres Cilegon Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dadi Perdana Putra mengatakan, pihaknya baru akan memanggil satu orang, lantaran pihak yang bertanggungjawab atas insiden yang menewaskan 5 orang pekerja itu masih fokus mengurusi keluarga korban meninggal maupun luka-luka.

"Yang menjadi kendalanya memang yang meninggal ini kan. Jadi orang dari pihak pengelola masih fokus ke keluarga korban," ujar AKP Dadi saat ditemui di ruang kerjanya.

Dadi mengungkapkan, pemeriksaan secara maraton atas peristiwa ledakan yang terjadi pada Jumat, 11 Agustus lalu itu diakuinya sedikit lamban. Beberapa saksi kunci masih syok sehingga belum bisa dimintai keterangan.

"Sebenernya yang tahu persis itu korban luka bakar,‎ kemarin sempat ditanya masih trauma, kendalanya di situ, saksi yang tahu persis masih ‎dirawat di RSUD Cilegon," katanya.

Baca juga: Kapal yang Meledak Ternyata Milik Kementerian Perhubungan

Diungkapkannya, pihaknya sudah menginterogasi sebanyak 4 orang, namun hanya 1 orang yang secara resmi dimintai keterangan oleh penyidik.

"Untuk interogasi awal sementara 4 orang, yang baru diambil keterangan resmi 1 orang," jelasnya.

Salah satu orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan itu adalah mandor proyek tersebut. Namun sambung Dadi, mandor tidak mengetahui secara persis bagaimana ledakan itu bisa terjadi.

"Mandor. Cuma kalau mandor tahu dia, cuma persisnya nggak bisa jelasin juga, kita juga dengan Disnakertrans Banten sudah bareng untuk melakukan proses penyelidikan ," tutupnya. (Ardi/red)

Komentar