Warga Keluhkan Kinerja Polisi Soal Balapan Liar di Lebak

Ilustrasi balap liar. (Dok: tribunnews)
Ilustrasi balap liar. (Dok: tribunnews)

LEBAK, TitikNOL – Maraknya aksi balap liar di jalanan Kabupaten Lebak yang dilakukan kalangan remaja, membuat warga geram. Tak hanya itu, aparat kepolisian yakni Polres Lebak pun dinilai tak berkutik menyelesaikan persoalan tersebut.

“Miris hampir setiap malam ada saja remaja yang melakukan balapan liar. Hal ini sudah bukan rahasia umum,” kata warga Rangkasbitung, Ahmad, Jumat (17/3/2017).

Ia mengatakan, aksi balapan liar biasannya dilakukan pada waktu malam hari terjadi sekitar pukul 00.00 sampai pukul 03.00, yang lokasinya sendiri berpindah-pindah, yaitu Jalan By Pass Soekarno-Hatta dan sejumlah jalan protokol lainnya di Kota Rangkasbitung. Di jam tersebut, kondisi jalanan memang sepi sehingga kondisi itu dimanfaatkan oleh para joki untuk melakukan balapan liar.

“Sebenarnnya warga sangat terganggu dengan kegiatan mereka. Karena selain membuat suara bising juga sangat membahayakan,” katanya.

Menurut dia, fenomena balapan liar masih saja kerap terjadi, karena lemahnya upaya pengawasan dan penindakan yang dilakukan aparat kepolisian. Bahkan, petugas terkesan membiarkan atas hal ini. Padahal, jika setiap hari dilakukan patroli dan tindakan preventif maka aksi balapan liar ini tidak akan terjadi.

“Seharusnya dilakukan patroli rutin. Lalu, jika ada sekelompok remaja bergerombol langsung dibubarkan,” harapnya.

Sementara ketika dikonfirmasi terkait persoalan itu, Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Lebak, Roby Heri Saputra mengatakan, untuk antisipasi balapan liar, pihaknya sudah mengintensifkan penindakan pelanggaran yang berpotensi terhadap balapan liar.

Roby mencontohkan tindakan pelanggaran seperti, knalpot racing dan ban tipis, selain itu pihaknya terus sosialisasikan bahaya balapan liar kepada masyarakat maupun pelajar di sekolah-sekolah.

Namun kata Roby, satu hal yang harus dimengerti masalah balapan liar ini. Tindakan yang dilakukan bukan hanya oleh Polisi atau Satlantas karena hal tersebut merupakan tanggungjawab sosial, khususnya dari lingkungan dan dunia pendidikan mengingat pelakunya masih dari golongan remaja.

"Kami harapkan orang tua juga mawas diri terhadaap anak-anaknya yang masih di luar rumah pada waktu tengah malam agar tidak terlibat perbuatan kriminal termasuk balapan liar ini," tegas Roby. (Gun/Rif)

Komentar