Warga Korban Banjir Sajira di Tiga Kampung Terisolir dan Kelaparan

Evakuasi korban banjir bandang di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)
Evakuasi korban banjir bandang di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Warga yang terkena dampak banjir bandang di tiga Kampung di Desa Bungur Mekar, Kacamata Sajira, Kabupaten Lebak, terisolir hingga kelaparan. Ketiga kampung tersebut yakni Cimenteng, Susukan dan Bolang.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1.500 jiwa, warga mengungsi di sekolah dan hutan-hutan yang ada di dataran tinggi, untuk menghindari air yang meluap.

Hasan Basri, salah sarmtu warga mengaku bahwa di kampunya banyak rumah yang hanyut terbawa derasnya air. Bantuan pun hingga saat ini belum datang.

"Banyak (Kelaparan) Di saung sawah, di kapangan dan hutan-hutan. Bantuan sudah ada, namun karena akses jalan yang terisolasi dan warga terpencar-pencar, akhirnya tidak kebagian," katanya kepada TitikNOL, Kamis (2/1/2020).

Baca juga: Air Surut, Warga Korban Banjir Bandang di Sajira kembali ke Rumah

Pihaknya juga meminta kepada Wakil Gubernur Banten yang mendatangi lokasi kejadian, untuk memberikan tenda besar yang akan ditempatkan di satu titik agar bantuan terfokus.

"Bantuan sebetulnya datang tadi pagi, cuma karena akses bggak bisa, jembatan terputus, lumpur memenuhi perkampungan," ujarnya.

Ditemui di Lokasi kejadian, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, mengaku akan segera memberikan tenda besar kepada masyarakat agar dijadikan sebagai tempat pengungsian.

Dirinya juga menginstruksikan kepada BPBD Banten dan Tagana, untuk menambah perahu karet di lokasi tiga kampung tersebut, agar logistik bisa secepatnya diantarkan ke masyarakat yang kelaparan.

"Ada beberapa akses pasilitas umum yang terputus, jadi kita sekarang dari BPBD dan Tagana memberikan perahu karet untuk mengevakuasi," katanya di lokasi kejadian.

Wagub juga mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum terevakuasi karena akses tidak memadai.

"Banyak mereka yang tidak bisa dievakuasi, sudah saya tugaskan ke BPBD dan Tagana untuk menambah perahu karet agar bantuan datang karena mereka belum pada makan. Logistik sudah ada cuma terbatas karena ada 1,500 warga," tukasnya. (Lib/TN1)

Komentar