Warga Korban Banjir Bandang Sajira Kecewa, Logistik di Tenda BPBD Banten Kosong

Tenda milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten. (Foto: TitikNOL)
Tenda milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Dua hari Pasca Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Sajira, tenda milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten di Kampung Nangela, Desa Calung Bungur, masih sepi dari kumpulan warga yang mengungsi.

Pantauan TitikNOL pada Jum'at (3/1/2020) dinihari, alasan warga tidak mau mengungsi di tenda BPBD karena kondisi dalam tenda yang masih kosong.

"Ada tenda tapi enggak ada isinya (tenda BPBD Banten, red), Kepala desa hanya membesarkan perutnya, menginjak saja belum ada. Harusnya sebagai kepala desa menanyakan warganya seperti apa?," keluh Nana, salah seorang warga.

Nana pun mengeluhkan minimnya pasokan logistik yang dilakukan oleh Pemprov Banten dan Pemda Lebak kepada korban banjir bandang di wilayahnya.

"Rumah yang rusak berat juga banyak di sini, tidak bisa dihuni harus dibuat baru, lumpur di dalam rumah sekitar setengah meter," ujarnya.

Sementara warga lainnya, saat ini sudah mengungsi di posko induk yang berlokasi di Sekolah Dasar (SD) 1 Sajira, yang berada jauh dengan Kampung Nangela.

Diketahui, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, siang kemarin (2/1/2020) terjun langsung ke lokasi kampung Nangela, Desa Calung Bungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.

Pantauan TitikNOL, terdapat satu tenda bertuliskan BPBD Pemerintah Provinsi Banten yang tanpa isi, logistik maupun tim dari BPBD. masyarakat tergeletak tidur di depan rumah-rumah warga sembari menjaga kendaraan bermotor.

Hingga saat ini, TitikNOL berupaya meminta konfirmasi kepada pihak BPBD Banten yang diketahui mendirikan tenda di lokasi kejadian. (Lib/TN1)

Komentar