Jum`at, 4 April 2025

Akui Komunikasi dengan Gerindra, PAN Indikasikan Lawan Tatu di Pilkada Serang

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto. (Foto: TitikNOL)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto, menyebut akan berkoalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dalam menghadapi pagelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang tahun 2020.

Menurutnya, Gerindra merupakan sekutu terbaik untuk melawan kekuatan Petahana. Terlebih saat ini, Gerinda memiliki delapan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang.

"Bisa, saya sering ketemu pak Desmon keliatannya harapan koalisi bersama Gerindra 80 persen akan berkoalisi. Artinya sudah di atas 50 persen, tinggal calonnya saja siapa itu yang kami layangkan," katanya saat ditemui di Kantor Wali Kota Serang, senin, (30/9/2019).

Ia mengatakan, perkembangan konsolidasi politik bersama Gerindra sudah memasuki tahapan pencocokan Calon Bupati dan Wakil Bupati Serang.

Bagi PAN, kata Yandri, kriteria yang wajib dimiliki Calon Bupati Serang adalah memahami persoalan dasar dan mampu menghilangkan kesenjangan masyarakat Kabupaten Serang.

"Kriterianya yang memahami Kabupaten Serang, konsentrasinya menghilangkan kesenjangan itu yang paling penting, jadi jangan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin," ujarnya.

Yandri menilai, kebutuhan primer masyarakat Kabupaten Serang hingga kini belum terpenuhi. Dirinya mengaku banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat yang susah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum.

"Banyak di Kabupaten Serang yang minum saja susah dengan air bersih. Menurut saya itu hal yang menyakitkan bagi kami sebagai yang tinggal di Serang, masa sih minum saja susah," ungkapnya.

Maka dengan adanya kesenjangan di tingkat masyarakat menengah ke bawah, menjadi salah satu alasan PAN wajib menghadirkan calon alternatif selain incumbent.

"Rakyat kalau dihadirkan dengan calon tunggal nggak baik, nanti penilaiannya orang Partai Politik ini kerjanya nggak benar dan tidak bisa mencari pigur yang lain," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar