Datangi Demokrat Banten, Pemuda dan Mahasiswa Cilegon Minta M Nasir Dicopot

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SERANG, TitikNOL - Meminta politisi Demokrat Muhammad Nasir dicopot sebagai Anggota Komisi VII DPR RI karena membuat gaduh dan mengganggu iklim investasi, khususnya di Kota Cilegon, Banten. Sejumlah Elemen pemuda dan mahasiswa Kota Cilegon mendatangi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten, di Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (5/4).

Perwakilan pemuda dan mahasiswa Kota Cilegon, Yaser Arafat menilai tudingan M. Nasir terhadap PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang melabeli baja produk Cina dengan label Krakatau Steel tidak berdasar dan sangat mengganggu dan mengusik iklim investasi di Kota Baja.

“Alhamdulillah, aspirasi kami sudah diterima dan akan disampaikan ke DPP Demokrat. Kami meminta agar Demokrat mencopot yang Bung Nasir karena telah memberikan informasi dan data yang salah terkait impor besi baja dari Cina ke Krakatau Steel,” katanya.

Yaser mengatakan, pihaknya akan menunggu itikad baik dari partai Demokrat untuk menyampaikan aspirasi pencopotan M. Nasir.

“Kami tunggu satu minggu karena mesti ada komunikasi antara KS dan Komisi VII DPR RI. Itu kan disampaikan dalam rapat dengar pendapat,” ujarnya.

Yaser menilai figur M. Nasir sendiri kerap melempar statement yang membuat gaduh situasi.

“Harapan kami supaya tidak terjadi statement yang membuat gaduh negara. Negara kita ini kan lagi Covid-19 dan perekonomian sedang kurang baik, semestinya sebagai wakil rakyat harus membangun semangat agar perekonomian di masyarakat bangkit,” katanya.

Yasser menilai, Akibat tudingan tidak berdasar tersebut, telah merugikan warga Banten yang bangga dengan keberadaan BUMN yang berada di Kota Cilegon tersebut.

Ditemui di lokasi yang sama, Wakil Ketua I DPD Demokrat Banten Sahril Fauzi mengatakan akan menampung aspirasi dari pemuda dan mahasiswa Kota Cilegon.

“Kami di DPD akan sampaikan aspirasi dari kawan-kawan yang hadir hari ini ke DPP. Karena itu sifatnya pertanyaan disampaikan dalam rapat dengar pendapat, jadi akan dijawab secara tertulis (oleh Krakatau Steel) terkait informasi yang berkembang di masyarakat,” ujarnya. (TN2)

Komentar