Hilang Spekan, Gadis Cantik Asal Serang Ditemukan Bengong di Terminal Bekasi

Korban Wiwin saat diserahkan personil bhabibkamtibmas kepada pihak keluarga. (Foto: TitikNOL)
Korban Wiwin saat diserahkan personil bhabibkamtibmas kepada pihak keluarga. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Hampir dua minggu menghilang, Wiwin (18) pelajar kelas 3 Madrasah Aliyah Nur Et Taqw, berhasil ditemukan personel Polsek Cikande.

Gadis cantik warga Kampung Kukun, RT 004 RW 001, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang itu ditemukan berada di sebuah warung makan disekitar Terminal Bekasi Kota, Rabu (14/3/2018).

"Saudari Wiwin dilaporkan hilang pada Selasa (6/3/2018) dan kini sudah kami temukan di warung nasi di sekitaran terminal. Yang bersangkutan (Wiwin, red) dirawat pemilik warung nasi karena saat ditemukan dalam keadaan melamun di terminal," ungkap Kapolsek Cikande, Kompol Hasan Khan, Kamis (15/3/2018).

Pengungkapan anak hilang ini dikatakan Kapolsek, merupakan hasil kerja keras personel Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Dari hasil penyelidikan, personel Bhabinkamtibmas berhasil mendapatkan informasi keberadaan korban di sekitaran Terminal Bekasi Kota. Pada Kamis (8/3/2018), petugas Bhabin dan Reskrim segera bergerak ke Bekasi.

"Setelah melakukan kordinasi dengan personil polsek setempat, kami melakukan pencarian namun korban Wiwin tidak berhasil ditemukan," terang Hasan Khan.

Karena tak berhasil menemukan, petugaspun kembali dengan tangan hampa. Meski demikian tidak menyurutkan tekad untuk mengungkap kasus anak. Berbagai cara dilakukan personel Bhabinkamtibmas untuk memperdalam informasi keberadaan korban sampai akhirnya korban ditemukan pada Rabu (14/3/2018) malam.

"Korban Wiwin sekitar pukul 23.00, kami serahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat wal'afiat. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu petugas Bhabin dalam mencari orang hilang," ujar Kapolsek didampingi Wakapolsek, AKP Ate Waryadi.

Sementara itu, menurut ibunda korban, Martasiah (54), anak gadis meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah di Kampung Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Sabtu (3/3/2018).

Korban saat itu mengenakan seragam pramuka lengan panjang, rok panjang, kerudung cokelat dan tas bahan. Anak semata wayangnya ini tidak kembali ke rumah setelah jam belajar selesai pada siang harinya.

"Pulang sekolah dia nggak langsung pulang. Bilang ke kawannya kalau mau beli gorengan. Ternyata nggak balik lagi," kata Martasiah. (Hr/TN1)

Komentar
Terpopuler