Jum`at, 4 April 2025

Saling Comot Pendukung Panaskan Situasi Politik Jelang Pilkada Cilegon

Ketua Relawan RAM, Isro Mi'raj dan Ketua Kordinator RAM Kecamatan (Korcam) Grogol, Nikmatullah. (Foto: TitikNOL)
Ketua Relawan RAM, Isro Mi'raj dan Ketua Kordinator RAM Kecamatan (Korcam) Grogol, Nikmatullah. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Saling comot pendukung dari masing-masing bakal calon memanaskan situasi politik jelang Pilkada Cilegon 9 Desember mendatang.

Sejumlah masyarakat Kecamatan Grogol yang sebelumnya tergabung dalam Relawan Ratu Ati Marliati (RAM), mengalihkan dukungannya kepada pasangan bakal calon Wali kota dan Wakil Wali kota Cilegon Iye Iman Rohiman - Awab, Minggu (23/8/2020) pagi.

Deklarasi dukungan sejumlah Pengurus Tim Relawan RAM Kecamatan Grogol itu disaksikan langsung oleh Iye Iman Rohiman dan Ketua Tim Pemenangannya, Sahruji.

Menanggapi hal itu, Ketua Kordinator RAM Kecamatan (Korcam) Grogol, Nikmatullah menegaskan, bahwa sejumlah masyarakat yang mendeklarasikan diri tersebut sudah lama diberhentikan dari Relawan RAM.

"Orang-orang itu sudah lima bulan lalu diberhentikan. Mereka semua itu sudah lama tidak di RAM dan bukan tim kami," ungkap Nikmatullah dalam siaran persnya, Minggu (23/8/2020).

Selain sudah diberhentikan sambung Nitmatullah, mereka yang mengaku pernah menjadi pengurus RAM di Kecamatan Grogol itu tidak pernah diberikan surat keputusan (SK) dari Tim RAM pusat.

"Mereka itu kan tidak pernah diberikan SK oleh RAM Pusat," katanya.

Nikmatullah memastikan, hingga saat ini seluruh pengurus RAM Korcam Grogol masih solid mendukung dan memenangkan pasangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin.

"Pengurus RAM Korcam Grogol tetap berjalan satu komando untuk memenangkan Pasangan Ati-Sokhidin," tegasnya.

"Kami juga sudah memiliki pengurus yang kuat mulai dari tingkat RW sampai dengan tingkat RT di empat kelurahan di Kecamatan Grogol," tambahnya.

Sementara Ketua RAM, Isro Mi'raj, menanggapi santai terkaitnya adanya sejumlah masyarakat Kecamatan Grogol yang mengklaim dari Relawan RAM tersebut.

"Itu kan cuma dagelan politik yang sudah usang, hanya klaim yang dibuat-buat untuk menjatuhkan. Itu kan acara biasa yang dihadiri sejumlah orang saja," ujarnya. (Ardi/TN1).

Komentar