Mengintip Wisata Religi Kapal Bosok di Kota Serang dan Sejarahnya

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SERANG, TitikNOL - Siapapun yang datang ke Lingkungan Derangong, Kelurahan Curugmanis, Kecamatan Curug, Kota Serang, pasti sepakat kalau ada bangunan unik dan nampak jarang ditemukan di belahan kota manapun.

Pesona arsitekturnya terbilang aneh, sebab bangunan tersebut menyerupai kapal bajak laut yang dibuat permanen dan di tembok. Warga setempat menyebut, bangunan itu adalah masjid Kapal Bosok. Keunikan inilah yang membuat para wisatawan penasaran dan ingin mengunjungi lokasi itu demi memanjakan indra penglihatannya.

Masjid ini disebut Kapal Bosok, dikarenakan di dalamnya terdapat dua ruangan untuk beribadah. Di antaranya lantai dua dan lantai tiga yang dilengkapi dengan sejadah dan Al-quran.

Bukan tanpa alasan pula masjid ini disematkan nama Kapal Bosok. Pembangunan masjid ini terinspirasi dari kapal besar yang dibiarkan membusuk.

Mahakarya warga setempat ini, pasti membuat terheran-heran jika tidak mengetahui bagaimana cerita sejarah dibalik pembuatan mesjid Kapal Bosok.

Di sisi lain, lokasi wisata ini berada di pusat Ibu Kota Banten, yakni Kota Serang yang membuat wisata religi masjid Kapal Bosok itu selalu ramai dikunjungi terutama pada akhir pekan.

Kurang lebih sekira enam tahun yang lalu, masjid dengan bentuk sebuah Kapal ini dibangun. Masjid sengaja dibangun seperti Kapal karena disesuaikan dengan kisah Ki Angga Derpa yang makamnya berdekatan dengan masjid Kapal Bosok.

Berdasarkan sejarah dari cerita masyarakat, sekitar pada abad ke 16, Banten didatangi Belanda yang ingin menjajah dan mengeruk harta kekayaan kerajaan maupun rempah-rempah.

Kemudian, ada seorang lelaki gagah perkasa bernama Ki Angga Derpa yang tidak ingin diperlakukan dengan semena-mena oleh Belanda. Untuk menyelamatkan harta kekayaan itu, Ki Angga mencabut sebuah pohon besar yang disinggahi macan dan dibawa ke tempat persinggahan Belanda, sehingga, penjajah Belanda itu terusik dan marah mencari-cari Ki Derpa.

Setelah ditemukan Belanda, kemudian Ki Angga Derpa disandra dan dihukum di dalam kapal.

Hingga akhirnya, kapal tersebut terbawa arus air sampai ke Lingkungan Derangong, Kota Serang. Diperlakukan tidak baik oleh Belanda, Ki Angga pun nambah marah dan mengutuk kapal agar busuk selamanya.

Setelah dicari dan ketemu langsung dihukum dalam Kapal. Nah baru itu Ki Derpa mengutuk dan mencambuk Kapal biar busuk, Bosok Salawase, busuk selamanya.

Makam Ki Angga Derpa memang selalu ramai dikunjungi bahkan jauh hari sebelum dibangun secara permanen. Hal ini diyakini masyarakat, makom Ki Angga Derpa dapat memberikan efek positif bagi orang-orang yang jujur dan baik dalam bersikap. Dari dulu sejak tidak ada alas (belum di bangun permanen) udah ramai yang ziarah.

Jika masuk ke dalam makom Ki Angga Derpa, ada sebuah silsilah tentang asal keturunan yang dimulai dari Nabi Adam, Nabi Muhammad sampai angka 83 Syekh Abdullah Angga Derpa.

Selain memiliki bangunan yang unik dan cerita rakyat, kabar gembiranya juga para wisatawan tidak dipungut biaya untuk berkunjung dan memasuki wisata religi Kapal Bosok.

"Wisata religi ini tentu memiliki potensi yang besar di Kota Serang dimana dengan tagline Kota Serang Madani sangat melekat. Dan Tempat ini sangat cocok menjadi salah satu rekomendasi untuk mengisi liburan setipa pekannya, selain berwisata bisa juga mengenal sejarag dibalik cerita kapal bosok. Tentunya perlu ada sinergi dari semua pihak untuk memanfaatkan nya bagi perkembangan wisata perkotaan,” kata W Hari Pamungkas, Kepala Diskominfo Kota Serang.

Tentunya pada kesempatan ini, Wali Kota Serang dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Ushuludin melalui pemerintah Kota Serang, mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestariskan wisata religi yang memang memiliki nilai sejarah. tentunya diharapkan semua pihak juga terlibat dalam mengembangkan potensi wisata. (ADVDiskominfoKotaSerang).

Komentar