Peluang Investasi Sektor Industri di Banten Masih Menjanjikan

Ilustrasi industri. (Dok: himawariplaylist)Ilustrasi industri. (Dok: himawariplaylist)

SERANG, TitikNOL – Salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah ialah terbangunnya iklim investasi di semua sektor, dimana salah satunya adalah sektor industri.

Sebagai daerah yang memiliki lokasi strategis dan didukung oleh service area, tak heran jika banyak investor yang memilih Banten sebagai daerah tujuan investasi. Bahkan, pemerintah menegaskan bahwa sejumlah kawasan industri di Provinsi Banten bisa menjadi percontohan dalam pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa. Saat ini, pengembangan kawasan industri di wilayah Banten telah terintegrasi dengan ketersediaan infrastruktur.

Peluang investasi di sektor Industri di Banten sangat besar, karena didukung akses pintu keluar (pasar) distribusi produk yang sangat memadai, seperti Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Jalan Bebas Hambatan Jakarta-Merak menuju pelabuhan Tanjung Priok, Jaringan Jalan Kereta Api Jakarta-Rankasbitung-Merak, serta pelabuhan-pelabuhan yang dimiliki perusahaan-perusahaan besar di sepanjang Anyer, Merak dan Bojonegara.

Kemudian keuntungan investasi sektor industri di Banten bahwa Provinsi Banten memiliki tiga kawasan industri yang masuk dalam program Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yakni Kawasan Modern Cikande Industrial Estate di Kabupaten Serang seluas 1.800 hektar, Kawasan Industri Wilmar Bojonegara di Kabupaten Serang seluas 800 hektar, dan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) di Kota Cilegon seluas 570 hektar.

Melalui program KLIK ini, investor yang telah mengantongi izin prinsip atau izin investasi, diperkenankan untuk langsung memulai konstruksi pabriknya sambil mengurus izin-izin lain yang berlaku di daerah.

Keuntungan program KLIK diantaranya proses perizinan yang harus ditempuh investor semakin cepat dan efisien. Sebagai perbandingan, selama ini investor di luar kawasan Industri membutuhkan waktu selama delapan hari untuk mengurus perizinan badan usaha.

Ini masih ditambah pengurusan 11 izin untuk melakukan konstruksi yang membutuhkan waktu 526 hari. Jika investasi dilakukan di dalam Kawasan Industri, waktu yang dibutuhkan untuk mengurus perizinan badan usaha adalah 8 hari, sedangkan 11 perizinan lainnya tidak diperlukan karena perizinan-perizinan tersebut dikecualikan bagi perusahaan yang berusaha di Kawasan Industri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana menjelaskan, sebagai wilayah yang memiliki service area yang baik, Provinsi Banten sangat potensial bagi kegiatan penanaman modal yang bergerak di sektor industri. Kota Cilegon dan Kabupaten Serang yang dekat dengan Pelabuhan Ciwandan dan Merak, merupakan wilayah strategis bagi kegiatan industri.

Provinsi Banten yang memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 500 km tentu akan sangat menjanjikan bagi investor, selain peluang investasi sumber daya alam kelautan dan perikanan dan pariwisata, juga di sektor industri terutama di bidang investasi hulu, seperti yang telah dilakukan perusahaan besar seperti Candra Asri, Asahimas pada industri Kimia dasar, Krakatau Steel dan Krakatau-Posco yang bergerak di industri logam dasar dan besi seperti.

Bidang usaha lain yang masih terbuka untuk dikembangkan adalah industri (manufaktur) alas kaki, makanan dan minuman, sparepart dan aksesoris kendaran, pengolahan hasil laut dan pengalengannya dan masih banyak lagi.

“Di sektor hilirnya bisa ditangkap oleh investor sebagai peluang investasi baru atau bisa sebagai pengembangan investasi yang sudah ada. Pangsa pasar hilir sektor tersebut (kimia dasar dan logam dasar) terbuka cukup luas. Tahun lalu telah diinisiasi pengembangan investasi di Banten, dan dari hasil kegiatan promosi yang dilakukan baik di dalam dan luar negeri, sejumlah calon investor tertarik dan berminat serius untuk berinvestasi di Banten,” menurut Wahyu.

Realisasi Investasi

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Banten, total realisasi investasi Provinsi Banten tahun 2016 mencapai Rp. 52,3 triliun dengan 2.980 proyek dari target nasional sebesar Rp. 50 triliun dan target daerah sebesar Rp. 14,1 triliun. Dengan demikian, tingkat capaian realisasi investasi di Banten tahun 2016 sebesar 104,60 persen dari target nasional dan 370,92 persen dari target daerah.

Peningkatan realisasi investasi juga diikuti dengan tingginya minat investor asing dalam menanamkan modalnya di Banten. Berdasarkan LKPM tersebut, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Banten tahun 2016 menempati urutan ke-3 setelah DKI Jakarta dengan nilai investasi mencapai 2.912,1 juta US$ dari 2161 proyek. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Provinsi Banten berada di peringkat ke-4 dengan nilai investasi mencapai Rp 12,42 triliun dengan 496 proyek.

Sektor Investasi

Adapun sektor investasi yang paling banyak diminati PMDN tahun 2016 ialah industri logam dasar, mesin, dan elektronik sebanyak 86 proyek dengan nilai Rp. 1,7 triliun, disusul oleh industri karet, barang, dan plastik sebanyak 58 proyek dengan nilai investasi Rp. 693,4 miliar dan industri makanan sebanyak 58 proyek dengan nilai investasi Rp. 2,0 triliun. Sementara itu, sektor yang paling banyak diburu PMA ialah perdagangan dan reparasi sebanyak 447 proyek dengan nilai investasi 27.851 US$, disusul sektor industri logam dasar, mesin, dan elektronik sebanyak 315 proyek dengan nilai investasi 589.646 US$, dan industri kimia dasar sebanyak 223 proyek dan nilai investasi 1,1 juta US$.

Sebaran Investasi

Dari sebaran investasi pada Januari-Desember Tahun 2016, seperti tahun sebelumnya, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar 1,48 miliar US$ dengan 193 proyek, disusul berturut-turut Kabupaten Tangerang sebesar 421 juta US$ dengan 815 proyek, Kabupaten Serang sebesar 338 juta US$ dengan 330 proyek, Kota Serang sebesar 302 juta US$ dengan 38 proyek, Kota Tangerang 223,8 juta US$ dengan 560 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar 115 juta US$ dengan 194 proyek, Kabupaten Lebak sebesar 26 juta US$ dengan 27 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar 1,4 juta US$ dengan 4 proyek.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kabupaten Tangerang menempati urutan pertama dengan nilai investasi Kabupaten Tangerang sebesar Rp. 6,1 triliun dengan 212 proyek, disusul berturut-turut yakni Kota Tangerang sebesar Rp. 2,4 triliun dengan 111 proyek, Kota Cilegon sebesar Rp. 2,3 triliun dengan 49 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp. 715 miliar dengan 73 proyek, Kabupaten Lebak sebesar Rp. 657 miliar dengan 23 proyek, Kota Serang sebesar Rp. 35,4 miliar dengan 11 proyek, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp. 16,5 miliar dengan 7 proyek, dan Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 2,1 miliar dengan 10 proyek.

Asal Negara

Sementara itu, berdasarkan negara yang menginvestasikan modalnya di Provinsi Banten, sepanjang tahun ini, Jepang merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi sebesar 893,8 juta US$ dengan 227 proyek. Selanjutnya berturut-turut, Singapura sebesar 474 juta US$ dengan 412 proyek, R.R Tiongkok sebesar 447,6 juta US$ dengan 220 proyek, British Virgin Islands sebesar 295 juta US$ dengan 106 proyek, Swiss sebesar 289 juta US$ dengan 28 proyek, Thailand sebesar 191 juta US$ dengan 28 proyek, dan Malaysia sebesar 96 juta US$ dengan 104 proyek. [Adv]

Komentar