Tiongkok Kepincut Investasi di Banten

Ilustrasi investasi. (Dok: themotlyfool)
Ilustrasi investasi. (Dok: themotlyfool)

SERANG, TitikNOL - Badan Koordinasi Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten terus mempromosikan potensi investasi Banten ke berbagai negara. Baru-baru ini, Kepala BKPMPT Banten Babar Suharso dan Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama BKPMPT Provinsi Banten Deden Indrawan menghadiri seminar di Beijing Exhibition Centre pada 20-21 Oktober 2016 lalu.

Hasilnya, Tiongkok tertarik menanamkan modal di Banten. Kegiatan China Oversaes Investment Fair merupakan ajang pertemuan tingkat tinggi yang diisi dengan kegiatan pameran investasi, seminar investasi, presentasi dan promosi proyek dari berbagai perusahaan, organisasi dan departemen terkait. Dalam kesempatan itu, Babar dan Deden mengikuti seminar investasi dan mengikuti one on one meetings di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Kepala Badan Koordinasi Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso menawarkan investasi Provinsi Banten dengan kemudahan perizinan tiga jam yang diberikan BKPMP RI dan kemudahan mendapatkan lahan industri yang akan dibangun di aeral kawasan industri yang ada di Banten melalui program KLIK, seperti KIEK dan Kawasan Cikande serta kawasan Waringin Kota Satelit.

“Kita tawarkan investasi Kawasan Kota Satelit yang dilengkapi dengan pelabuhan dan pembangkit listrik tenaga gas dan perumahan yang lokasinya menyatu dengan industri baja. Kawasan Waringin Kota Satelit hanya berjarak 80 KM dari Jakarta, lewat laut melalui Selat Sunda bisa langsung ke Samudera Indonesia,” katanya.

Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama BKPMPT Provinsi Banten Deden Indrawan mengatakan, mengatakan, Cina Aviaton Planning and Design Institut sangat tertarik dengan proyek pengolahan sampah yang menghasilkan energi (waste energy) di Banten dengan menawarkan proyek kerjasama yang saling menguntungkan antara perusahaan BASM Tiongkok dengan Provinsi Banten.

BSAM spesifik ke energy sampah dengan membuat intalasi dan mesin pengolahan sampah dengan menggunakan energi canggih yang sudah dibangun di Kota Senjun.

Banten juga memaparkan, 12 proyek nasional yang sedang dan akan dikerjakan di antaranya ruas jalan tol Serang-Panimbang, proyek pembangunan bandar udara baru panimpang, proyek pembangunan pipa gas/terminal elpiji, proyek pembangunan infrastruktur energi asal sampah, proyek Bendungan Karian, proyek pembangunan kawasan industri prioritas/kawasan KEK Tanjung Lesung, Modern Cikande, Wilmar, KIEC, proyek pembangunan pariwisata.

“Minat pengusaha Tiongkok untuk sangat besar, hal itu terlihat dari antusiasme mereka untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan agenda kunjungan ke Provinsi Banten pada pertengahan November nanti,” katanya.

Deden melanjutkan, peluang untuk rem investasi sektor pariwisata dan infrastruktur terbuka lebar melalui kegiatan semacam ini. Sehingga dapat meningkatkan minat penguatkan minat investor Tiongkok dalam menanamkan modalnya di Banten. Dengan adanya minat dari pengusaha Tiongkok yang ingin berinvestasi di Indonesia, khususnya di Banten harus segera ditindaklanjuti oleh para stake holder agar peluang tersebut tidak beralih ke negara lain. (Kuk/Rif)

Komentar