4 Cara Aman Bertransaksi Menggunakan Layanan Perbankan Online

Ilustrasi/netIlustrasi/net

TitikNOL - Saat ini transaksi di semua bank di Indonesia sudah bisa diakses secara online berbasis internet. Layanan Perbankan Online membuat nasabah semakin dimanjakan dengan kemudahan bertransaksi, karena dapat digunakan dimana saja dan kapan saja selama ada akses internet. Tapi banyaknya kejahatan di dunia maya, membuat nasabah harus lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan Perbankan Online agar data dan dana yang mereka miliki tidak diambil alih orang yang tidak bertanggungjawab.

Pencurian dana nasabah bisa lewat hampir seluruh fasilitas yang disediakan oleh perbankan. Mulai dari ATM, SMS Banking, Internet Banking sampai pada kartu kredit. Berikut tips aman menggunakan 4 layanan perbankan online:

Internet Banking

Model transaksi ini sebenarnya relatif aman yang bisa digunakan oleh nasabah perbankan. Belakangan sempat ramai karena kasus sinkronisasi token yang menyerang dua bank besar nasional namun bisa diantisipasi dengan sosialisasi gencar sistem pencegahan dan update token yang memberikan kode otentifikasi final secara acak.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan akses WiFi tanpa jaminan keamanan walaupun biasanya layanan tersebut gratis. Beberapa penyedia jasa WiFi gratis dapat mengetahui apa yang Anda buka dan ketik di laptop. Dianjurkan untuk menggunakan komputer pribadi dengan jaringan internet pribadi untuk transaksi perbankan.

Saat akses internet banking pastikan Anda mengecek alamat situs internet banking. Bila alamat webnya dirasa ada yang aneh atau bermasalah dan tidak seperti biasanya, nasabah bisa menghubungi call center resmi bank bersangkutan. Kasus seperti ini sempat mengancam dan ramai di pertengahan tahun 2000-an.

Belakangan sistem keamanan akses web bank juga semakin diperketat dengan security system yang lebih baik. Gunakan situs otentik dan sebelum memasukkan informasi pribadi lihatlah tampilan website, gunakan pilihan icon gembok terkunci. Icon gembok kunci akan melindungi informasi pribadi dan password nasabah. Icon sebuah kunci gembok tertutup menunjukkan bahwa situs berada di zona aman. Ketidaktahuan ini dapat meninggalkan jejak transaksi nasabah dan pelaku penipuan dapat dengan mudah menelusuri dan mengakses riwayat transaksi  Anda .

Pastikan Anda  log out dari browser secara benar. Jika Anda sudah log in ke rekening bank melalui internet banking, jangan lupa untuk log out ketika mengakhiri transaksi tersebut. Hapus semua history atau sejarah browser untuk memastikan transaksi lebih aman. Dengan cara ini nasabah akan lebih aman menyimpan semua rincian internet banking dan informasi yang bersifat pribadi, serta tidak perlu khawatir data Anda akan dicuri.

Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

Lebih dari 50% transaksi perbankan menggunakan layanan ATM online 24 jam. Anda perlu tahu mengenai risiko dan cara aman bertransaksi menggunakan layanan ini. Saat ini sebagian besar ATM masih mengadopsi Windows XP pada sistem ATM-nya.

Sebagai nasabah yang cerdas, saat bertransaksi menggunakan ATM periksalah apakah ada kejanggalan pada ATM yang kita pakai. Misalnya terpasang benda aneh yang tidak biasanya ada di ATM. Modus kejahatan pencurian data nasabah ini paling banyak digunakan saat ini. Ubahlah password rekening bank secara rutin atau berkala misalnya 3 bulan sekali dengan password standart yang menggunakan kombinasi angka unik supaya aman. Hafalkan password, jangan ditulis di kertas atau ponsel yang rawan dibaca orang lain.

Jangan pernah memberikan password atau data internet banking kepada siapapun demi keamanan datanya, walaupun itu teman terdekat atau keluarga sendiri atau bahkan petugas bank sekalipun. Jika merasa ditipu sehingga tanpa sadar memberikan password atau PIN kepada orang lain ini, segera informasikan kepada bank. Password atau PIN dan kontak harus segera diganti.

Setiap ada kejadian darurat, seperti salah memasukkan password sehingga kartu dipotong mesin ATM atau kartu ATM hilang, serta dana di bank terpotong tiba-tiba, sebaiknya segera menelepon pihak bank untuk memblokir kartu ATM tersebut. Jangan tertipu dengan kontak palsu yang ditempel para pencuri. Atau saat mengalami penipuan, seperti telah memberikan data pribadi secara detil kepada seseorang yang ternyata bukan dari pihak bank, sebaiknya segera menghubungi pihak bank untuk segera mengubah password atau memblokir layanan ATM Anda.

SMS Banking

Sarana SMS Banking ini jauh lebih simpel dibandingkan dengan layanan perbankan online yang lain. Namun demikian metode SMS Banking ini belum disertai pengamanan enkripsi yang memadai atau seringnya sinyal lemot, kasus pending transaksi tanpa diketahui dan akhirnya terjadi dobel transaksi akibat Anda mengulangi transaksi yang Anda anggap gagal namun ternyata berhasil akibat tanpa adanya notifikasi. Pastikan saat menggunakan SMS banking Anda berada dalam keadaan sinyal yang cukup.

Selain komputer dan laptop, smartphone saat ini juga mendapat ancaman virus karena fungsinya saat ini sudah seperti laptop saku yang bisa dibawa ke mana-mana. Jangan lupa memperbarui perlindungan antivirus secara teratur baik pada komputer atau laptop maupun smartphone. Hubungi hardware dan pemasok perangkat lunak, atau penyedia layanan Internet untuk memastikan antivirus tersebut terbaru dan aman agar keamanan data bank lebih terlindungi.

Sehabis menggunakan SMS banking, pastikan Anda selalu menghapus semua SMS yang dikirim atau diterima saat itu juga, jangan sampai Anda menyimpan transaksi SMS Banking yang di kemudian hari bisa dibaca oleh orang lain. Saat ini hampir sebagian besar smartphone menggunakan aplikasi android. Demi keamanan SMS banking di Android, sebaiknya kunci atau lock aplikasi SMS di Android kamu. Pelajari atau tanya langsung ke vendor cara mengunci aplikasi Android agar orang lain tidak bisa membuka aplikasi SMS banking atau internet banking yang ada di ponsel Android Anda.

Selain itu aktifkan kunci layar Android Anda. Hal ini sangat berguna agar bila suatu saat Anda lupa menaruh ponsel, tidak akan ada teman, orang lain bahkan mungkin pasangan Anda sekalipun yang bisa memakai dan menggunakan ponsel Android tanpa mengetahui PIN atau pola untuk membuka kuncinya.

Kartu Kredit

Kartu kredit saat ini menjadi gaya hidup modern dan sering menjadi target terbesar para peretas di internet. Segala kemudahan bertransaksi membuat kartu ini paling banyak modus kejahatan perbankan yang ada di balik itu. Apalagi jika kartu tersebut sering digunakan untuk bertransaksi belanja online. Anda harus selektif memilih toko online maupun merchant saat bertransaksi memakai kartu kredit.

Jika Anda transkaksi langsung di merchant, setiap transaksi menggunakan kartu kredit usahakan kita melihat langsung saat pegawai atau kasir menggesek untuk menghindari terjadinya gesek ulang atau pembayaran lebih dari satu kali. Penting dicatat Anda harus memastikan tiga angka di belakang yang berfungsi sebagai Card Security Code (CSC) tidak dicatat oleh orang lain.

Modus lain kejahatan perbankan dengan menggunakan kartu kredit adalah pencurian data nasabah yang akan dikombinasikan dengan data kartu kredit nasabah untuk bertransaksi secara ilegal seolah-olah Anda adalah pelakunya. Beberapa teknik pencurian data perlu Anda waspadai.

Teknik yang paling umum dinamakan phishing yaitu penipuan dengan cara mengirim e-mail kepada nasabah. E-mail tersebut terlihat otentik, meminta nomor rekening bank, password dan informasi pribadi dari nasabah. Sebenarnya secara rutin bank sudah memperingatkan nasabahnya agar tidak sembarangan mengklik link yang tidak jelas sumbernya, sebab link tersebut merupakan software yang akan mengambil data pribadi nasabah. Walaupun sudah mendapatkan peringatan dari bank, untuk tidak membalas atau mengungkapkan informasi pribadi apapun, baik lewat e-mail maupun klik link tertentu, masih ada saja nasabah yang masuk ke perangkap ini. Keaslian e-mail maupun link tersebut membuat nasabah tertipu dan akhirnya menjadi korban penipuan. Jadi nasabah harus tetap waspada dengan email yang tidak jelas pengirimnya.

Jika data Anda sudah dicuri, maka kejahatan perbankan online bisa berbagai macam modusnya, mulai penyalahgunaan transaksi melalui internet banking maupun transaksi ilegal melalui kartu kredit.

 

 

 

Sumber: www.cermati.com

Komentar