Manfaat Cuka Apel Dalam Keseharian

Ilustrasi cuka apel. (Dok: net)
Ilustrasi cuka apel. (Dok: net)

TitikNOL - Cuka apel merupakan jenis cuka paling populer, yang terbuat dari fermentasi gula dalam apel. Hal ini mengubahnya menjadi asam asetat, senyawa aktif--yang sebetulnya ada dalam seluruh cuka-- dan diyakini bermanfaat bagi kesehatan.

Walau tak banyak vitamin dan mineral di dalamnya, cuka apel rendah kalium dan hanya mengandung 3 kalori per setengah sendok makan. Cuka apel berkualitas juga mengandung beberapa asam amino dan antioksidan.

Tak heran selama berabad-abad cuka apel digunakan dalam keseharian. Mulai dari klaim mengatasi berbagai masalah kesehatan, hingga membantu keperluan rumah tangga dan memasak.

Namun, yang jarang diketahui orang, ternyata tak semua manfaat cuka apel didukung secara ilmiah. Tingkat keasamannya pun bisa berbahaya bila diminum langsung, sehingga dianjurkan mengencerkannya dengan air.

Berikut beberapa manfaat cuka apel yang terkenal dan fakta di baliknya kami sarikan dari berbagai sumber.

Mengatasi sejumlah masalah kecantikan

Manfaat cuka apel di internet paling sering dikaitkan dengan solusi kecantikan. Di antaranya pengobatan infeksi kulit seperti jerawat dan kutil kelamin, mengatasi ketombe dan kutu, memutihkan gigi, sebagai antipenuaan dan detoksifikasi, hingga membersihkan daerah kewanitaan.

Para ahli dalam Self dan CNN memperingatkan, apa yang Anda baca di internet itu tak sepenuhnya benar dan cuka apel bukan solusi ajaib. Jika masalah yang Anda alami parah, mengunjungi dokter direkomendasikan. Lagipula, masih banyak alternatif lain yang terbukti lebih efektif dan aman.

Cuka apel bisa dipakai membunuh bakteri dan mengeringkan jerawat, tapi bukan metode antipenuaan dan detoks. Bisa juga memudarkan bintik hitam dan melindungi dari sengatan matahari, tapi tidak terlalu dianjurkan.

Selain itu, sifat antijamur dan keasaman cuka apel memang bisa membantu mengangkat ketombe. Namun sama sekali tidak efektif membabat kutu, apalagi telur kutu. Cuka apel juga baik bagi paronychia, infeksi di bawah kutikula yang banyak dialami orang.

Akan tetapi, cuka apel bukan obat untuk kutil kelamin karena itu disebabkan oleh human papillomavirus. Untuk memutihkan gigi kuning pun efeknya tak baik karena bisa merusak lapisan pelindung enamel gigi secara permanen.

Begitu pula, jangan sekali-kali menggunakan cuka apel di daerah kewanitaan karena bisa menimbulkan masalah jamur atau bakteri. Vagina bisa membersihkan dan mempertahankan keseimbangan pH secara alami, membersihkan dengan lembut menggunakan sabun sudah cukup.

Pembersih rumah

Cuka apel sering digunakan sebagai pembersih alami di rumah karena efektif melawan jamur, tetapi tidak bisa membersihkan minyak dan lemak. Pun tidak cukup membuat rumah bebas kuman. Cuka apel hanya efektif menangkal bakteri jika dicampur air, dan jangan mencampurnya dengan pemutih atau amonia agar tak mengeluarkan gas beracun.

Menurunkan berat badan, kolesterol, dan risiko penyakit jantung

Untuk berat badan, penelitian yang paling banyak dikutip dilakukan pada 175 orang Jepang bertubuh gemuk dengan gaya hidup sehat. Berat badan mereka ditemukan menurun. Begitu juga dengan indeks massa tubuh, lemak perut, lingkar pinggang dan kadar trigliseridanya.

Sayangnya, penelitian tersebut hanya dilakukan 12 minggu dan sebetulnya cuma menurunkan sedikit berat. Itu pun bukan sepenuhnya karena cuka apel, melainkan dibarengi diet sehat, kontrol porsi makan, dan olahraga teratur.

Begitu pula, satu-satunya bukti manusia yang menemukan penurunan risiko penyakit jantung setelah makan salad yang ditambahkan cuka apel, adalah penelitian observasional dari Harvard. Penelitian ini hanya menunjukkan asosiasi, bukan sebab akibat.

Popular Science menyatakan, walau ada kemungkinan cuka apel bisa membantu metabolisme, kebanyakan penelitian yang diadakan menggunakan sampel tikus, sehingga belum tentu menunjukkan efek sama terhadap manusia.

Apalagi, rata-rata tercakup "penelitian bawah standar" yang belum sah secara ilmiah. Jadi, jangan keburu menciptakan kesimpulan.

Diabetes tipe 1 dan 2

American Diabetes Association mengklaim bahwa minum dua sendok makan cuka apel bisa membantu mengelola kadar gula darah. Kepada BBC, sejumlah periset juga membenarkan klaim tersebut setelah melakukan penelitian terhadap 30 orang yang minum cuka apel encer.

Ahli diet Alana MacDonald pada The Telegraph menegaskan, "Metode, ukuran dan durasi penelitian ini tidak memberikan bukti yang memuaskan untuk mendukung manfaat nyata."

Ia mengatakan dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut sebelum membenarkan klaim dan tidak merekomendasikan cuka apel sebagai cara meningkatkan kesehatan, karena rata-rata penelitian lainnya juga berskala kecil.

Terlebih lagi, sejauh ini kebaikan cuka apel hanya cocok bagi penderita diabetes tipe 2. Pada penderita diabetes tipe 1, cuka apel justru memperlambat laju makanan dan cairan di perut saat dicerna, sehingga lebih sulit mengendalikan gula darah.

Pengobatan kanker

Melansir Healthline, beberapa penelitian terkait cuka apel yang menemukan bahwa zat ini dapat membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor, sebetulnya dilakukan pada sel yang terisolasi di tabung reaksi, atau hanya percobaan pada tikus.

Selain itu, sebagian besar penelitian menggunakan cuka beras, bukan cuka sari apel. Bahkan ada riset yang menemukan penggunaan cuka bisa menurunkan risiko kanker kerongkongan, tapi meningkatkan kanker kandung kemih.

Oleh karena itu, kemungkinan cuka apel bisa mencegah kanker masih sangat prematur dalam dunia penelitian.

Berita ini telah tayang di beritagar.id, Minggu 3 Desember 2017 dengan judul Apakah cuka apel benar bermanfaat dalam keseharian?

Komentar