Naga Diburu Saat Imlek

Buah Naga (Foto:net)Buah Naga (Foto:net)

TitikNOL - Petani buah naga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak mampu memenuhi permintaan pasar menjelang datangnya tahun baru Imlek.

"Menjelang Imlek memang permintaan buah naga meningkat tajam. Jika pada hari bisa permintaan hanya berkisar 25 kuintal, namun menjelang Imlek ini bisa mencapai 50 kuintal lebih," kata pemilik kebun buah Sabila Farm di Pakem, Sleman Gun Sutopo, Jumat (5/2).

Menurut dia, banyak permintaan buah naga dari beberapa daerah seperti Jakarta, Kalimantan, Sumatera dan sebagian di ekspor untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

"Selain itu dari wilayah Yogyakarta sendiri permintaan buah naga juga cukup tinggi," katanya.

Tak hanya di Sleman, petani buah naga di berbagai daerah seperti Jember, Malang, Pasuruan, Banyuwangi, Batam juga mengatakan permintaan meningkat. Tahukah Anda mengapa buah naga begitu ‘berharga’ menjelang perayaan tahun baru Imlek?

Buah naga atau dragon fruit begitu buah ini disebut, oleh masyarakat Tionghoa dianggap sebagai buah pembawa hoki atau keberuntungan yang senantiasa menghiasi altar pemujaan dewa menjelang Imlek. 

Buah yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini, daging buahnya ada yang berwarna putih, merah, kuning, dan ungu dengan kulit bersisik mirip kepala naga dan batang tanamannya yang seolah sebagai ekor penuh duri. Penampakan unik inilah yang mungkin menyebabkan buah ini disebut buah naga.

Buah dengan genus Hylocereus ini sangat lekat dengan tradisi Tionghoa, walaupun bukan buah asli dari Cina. Bagi masyarakat Tionghoa, buah ini dipercaya membawa hoki atau keberuntungan yang senantiasa disajikan untuk para dewa. Saat perayaan Imlek, buah naga sering menjadi pendamping dua patung di meja altar persembahan bagi para dewa.

Tidak sekadar membawa hoki, buah yang berasal dari tanaman jenis kaktus ini juga dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Padahal awalnya, tanaman ini dulunya hanya dikenal sebagai tanaman hias.

Thang loy begitu buah ini disebut oleh masyarakat Tionghoa, mengandung banyak vitamin B1, B2, B3, C, zat besi, potasium, dan mineral lainnya dipercaya banyak memiliki khasiat bagi daya tahan dan metabolisme tubuh.

 

 

 

Sumber: www.suara.com

Komentar