Risiko Mengancam dari Operasi Pengubahan Iris Mata yang Perlu Diketahui

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

TitikNOL - Setiap orang memiliki iris mata yang berbeda-beda. Bahkan, dalam satu lingkup keluarga, ada yang memiliki perbedaan warna iris mata antara satu orang dengan yang lainnya. Bagi orang-orang dari ras Asia, umumnya, warna iris mata yang dimiliki adalah hitam atau cokelat. 

Namun, untuk mendapatkan penampilan yang lebih kece, beberapa orang ada yang memilih untuk melakukan perubahan warna iris mata seperti artis-artis Hollywood dengan berbagai cara. Mulai dari pakai soft lensehingga jalan operasi. Sebut saja Zooey Deschanel dan Bradley Cooper. Dua artis Hollywood tersebut memiliki warna iris mata yang unik. 

Jalan operasi merupakan salah satu cara yang kerap ditempuh bagi orang-orang yang nggak mau ribet dengan pasang lepas lensa kontak. Operasi ini jadi semakin populer sebagai orang Inggris berusaha untuk memiliki mata berkilau. Pemasangan silikon implan yang dimasukkan ke dalam mata melalui sayatan 2.8mm di kornea pun jadi pilihan umum. Namun beberapa dokter khawatir perubahan warna murni dari kosmetik ini. Menurut mereka, tren ini adalah tren yang harus dihindari.

Seorang dokter spesialis dan ahli bedah laser mata terkemuka di dunia, Dr David Allamby mengatakan bahwa iris pasien yang menjalani implan, dalam jangka panjang berpotensi mengancam penglihatan dan berakibat komplikasi. "Iris implan memang dikenal sebagai cara yang bebas dari kerumitan, cara termudah untuk mengubah warna mata. Ini bisa dilihat sebagai pilihan yang menarik oleh para pasien," jelas Dr Allamby dikutip dari Mirror.co.uk.

"Namun, komplikasi dapat saja terjadi, dan itu bisa komplikasi dalam jangka waktu mingguan, bulan atau bahkan tahun," lanjut Dr Allamby. Lebih lanjut, ia mengatakan ada kasus di mana operasi perubahan warna iris telah menjadi bumerang yang spektakuler. "Studi kasus telah menunjukkan bahwa iris implan secara serius dapat merusak mata dan penglihatan. Iris implan diketahui menyebabkan tekanan tinggi di dalam mata, yang pada gilirannya dapat menyebabkan katarak, glaukoma, cedera pada kornea dan peradangan pada iris," jelas Dr Allamby.

 

 

 

Sumber: www.bintang.com

Komentar