TitikNOL - Fungsi rantai sepeda motor sangat krusial sebagai penyalur energi dari mesin untuk menggerakkan roda belakang. Kerja rantai sangat berat namun kerap dilupakan perawatannya.
Perawatan terbengkalai umum terjadi hingga pemilik baru tahu rantai rusak setelah sekian lama tidak diperhatikan. Mestinya tidak perlu sampai seperti itu sebab merawat rantai tidak termasuk kategori sangat sulit.
Mengingat pentingnya guna rantai, konsumen perlu memahami cara perawatannya sebagai berikut:
Indikator rantai rusak
Indikator rantai sudah tidak layak digunakan atau rusak adalah mengeluarkan suara berisik, permukaan rantai aus, rantai mudah kendur, tarikan motor terasa berat, dan tenaga motor tidak maksimal.
Cara merawat
Perawatan rantai bisa dilakukan dengan penyetelan, namun tidak boleh terlalu kencang ataupun longgar. Kekencangan rantai harus dijaga agar tetap di batas yang sudah ditentukan.
Batas kekencangan rantai (free play) ada pada buku petunjuk pemilik, biasanya di rentang 25-35 mm. Rantai yang terlalu kencang akan membebani mesin dan komponen lainnya, sementara jika terlalu longgar bisa terlepas dan merusak komponen lainnya.
Tapi jika terjadi keausan sebaiknya lakukan penggantian gear set beserta rantai.
Pelumasan
Perawatan rantai bukan cuma soal disetel ulang, konsumen juga harus melumasinya dengan cairan khusus sebagai pelumas rantai.
Pelumasan harus dilakukan agar rantai bergerak lancar tanpa terganggu kotoran dan debu yang biasanya akan menempel dari waktu ke waktu. Kotoran dan debu itu dapat menyebabkan karat sehingga gerakan rantai tidak lancar dan dan gir rantai cepat aus.
Hindari melumasi rantai menggunakan oli bekas atau oli yang tidak sesuai spesifikasi atau yang direkomendasikan karena akan menyebabkan rantai cepat berkarat, renggang, kaku, dan gir rantai cepat aus.
Penggantian rantai dan gir set motor
Gir rantai yang aus adalah salah satu penyebab rantai longgar. Jika keausan mata gir sudah di luar spesifikasi, biasanya rantai akan tetap longgar meskipun sudah kita setel maksimum. Lakukanlah penggantian satu set gir rantai yaitu gir kecil dan gir besar.
Jangan lupa juga selalu periksa rantai setiap 500 - 1.000 km atau sehabis motor dicuci, mengutip keterangan tertulis Yamaha Indonesia.
Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com, dengan judul: Panduan Rawat Rantai Motor: Setop Lumasi Pakai Oli Bekas