Wow, Kulit Durian dan Kulit Nangka Bakal Bisa Dipakai Buat Cas Ponsel

Ilustrasi. (Dok: Edunews)
Ilustrasi. (Dok: Edunews)

TitikNOL - Sahabat Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru, kaget mendengar kabar penangkapan Ririn Ekawati dan asistennya oleh Satnarkoba Polres Jakarta Barat, Sabtu (7/3) malam.

Fitri mengaku sudah lama mengenal Ririn Ekawati. Menurutnya, pemain film Kawin Kontrak itu jauh dari hal negatif, apalagi narkoba.

"Kaget ya pasti kaget ya. Aku nggak percaya Ririn ada dipusara yang diberitakan sekarang," ujar Fitri Salhuteru saat menemani Nikita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/3).

Saat dinyatakan negatif dari hasil tes urine, Fitri Salhuteru sudah merasa lega. Fitri mengungkapkan, selama kenal Ririn Ekawati tidak pernah menyentuh barang haram seperti narkoba.

"Pas tahu urinnya negatif ya saya senang pastinya ya. Karena Ririn tuh orangnya baik dan saya sama sekali tidak pernah melihat dan tahu dia pakai begituan (psikotropika)," terang Fitri Salhuterum

"Mungkin dia (Ririn) lagi apes kali ya. Saya masih terus mengikuti perkembangan kasusnya. Tapi aku yakin Ririn bisa melewati semua ini," pungkas Fitri Salhuteru.

Gomes juga mengatakan bahwa aerogel karbon dapat dibuat menjadi super kapasitor besar karena berpori tinggi di bagian dalamnya. Awalnya, Gomes dkk meneliti itu hanya untuk mengetahui sifat penyimpanan energi dari durian dan nangka. Namun hasil penelitian ternyata melampaui harapan.

Super kapasitor pada dasarnya seperti reservoir untuk energi. Mereka dapat dengan cepat menyimpan energi dalam jumlah besar menggunakan mekanisme ukuran baterai kecil.

Lewat mekanisme itu kemudian akan memasok sejumlah energi untuk mengisi daya perangkat elektronik apa pun yang mencakup ponsel, tablet, dan laptop hanya dalam beberapa detik.

Jika dibandingkan dengan baterai biasa, super kapasitor ini tidak hanya mampu mengisi daya berbagai perangkat, tetapi juga bisa memiliki kemampuan siklus pengisian yang lebih besar daripada peralatan biasa.

Melansir Tech Times, super kapasitor saat ini terbuat dari karbon aktif tetapi tidak mendekati efisiensi jika dibandingkan dengan yang baru dalam penelitian tersebut.

Alasan di balik mengapa para ilmuwan ini secara khusus memilih untuk menggunakan durian adalah karena dipilih berdasarkan sifat dapat membuat aerogel dan murah jika dibandingkan dengan bahan graphene.

Melansir Ars Technica, peneliti mengubah limbah buah durian dan nangka menjadi aerogel karbon dengan menempatkannya di Teflon autoclaves dan dipanaskan selama sepuluh jam pada suhu 180 derajat celcius (356 derajat Fahrenheit). Kemudian, hasil dari pemanasan itu didinginkan pada malam hari.

Setelah dingin, sampel dibilas dan dibekukan agar menghasilkan sampel beku-kering karbonisasi. Sampel itu kemudian dipaaskan kembali di dalam tungku selama satu jam pada suhu 800 derajat celcius guna menghasilkan aerogel hitam, sangat berpori, dan ultra dingin.

Berita ini telah tayang di cnnindonesia.com, dengan judul: Kulit Durian dan Nangka Bakal Bisa Dipakai Buat Cas Ponsel

Komentar