TitikNOL - Bicara soal durian, siapa sih yang nggak kenal sama buah yang satu ini? Ya, buah berjuluk king of fruit ini memiliki rasa yang legit meskipun aroma khasnya begitu menyengat. Oleh karena itu, tak sedikit pula masyarakat yang menyukai durian disebabkan bau khasnya yang tak sedap.
Selain rasanya yang legit dan lezat, durian juga menyimpan beragam nutrisi baik untuk kesehatan dan kencantikan. Beberapa nutrisi dan vitamin baik tersebut diantaranya seperti A,C,E,B1,B2, fosfor, kalsium, serat dan masih banyak lagi.
Lantas, apa sajakah manfaat yang kita dapatkan setelah menelan durian? Simak beberapa poin dibawah ini.
1. Memperlambat Penuaan Dini
Hal ini dikarenakan buah durian mampu mencegah dampak buruk dari ke-tiga faktor sebab timbulnya penuaan dini, seperti intrinsic aging, ekstensic aging dan hormonal aging.
Diantara ke-tiga faktor tersebut, ekstensi aging bisa dibilang salah satu faktor buruk termudah untuk ditaklukan, sehingga khasiat buah durian sudah tidak dapat diragukan lagi.
2. Mengurangi Kerutan Kelopak Mata
Sering kalo tanda-tanda penuaan pada kelopak mata terjadi di umur 30-an. Entah itu timbul semacam kerutan, kendur, garis halus bahkan mata panda di sekitar mata.
Tenang, semua permasalah diatas masih bisa diatasi kok dengan memanfaatkan buah durian. Kandungan pada buah durian dipercaya mampu menekan jumlah kerstin di sudut mata sampa 33 persen.
Tak hanya itu, kandungan tersebut juga dapat mengencangkan kulit hingga 55%. Sehingga kulit akan tampak lebih muda dari yang sebelumnya.
3. Mencegah Anemia
Mineral, mangan, zat besi, tembaga dan magnesium dalam kandungan buah durian ternyata berfungsi sebagai zat pembentuk sel darah merah yang mampu mencegah timbulnya penyakit anemia.
4. Mengurangi Gangguan Gejala Susah Tidur
Kandungan trythophan dan asam amino diyakini dapat merangsang proses metabolisme dalam tubuh. Sehingga tubuh dapat menenangkan beberapa saraf agar mudah tidur.
5. Mencegah Timbulnya Kanker
Vitamin C dalam buah durian sangat bermanfaat dalam menangkal berbagai radikal bebas, yang mana dianggap sebagai pemicu dari berkembangnya beberapa sel kanker pada tubuh.
Sumber: www.infonasa.com