TitikNOL - Sejumlah anggota kelompok superhero The Avengers telah bertindak, bahkan bisa dibilang ikut campur pada dunia perpolitikan Amerika Serikat (AS). Tapi, partisipasi mereka tidak dalam peran yang dibintangi dalam film.
Mengutip NME pada Kamis (22/9), Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Mark Ruffalo dan Don Cheadle hanya bekerja sama untuk membintangi iklan politik yang disutradarai oleh Joss Whedon.
Sebelumnya, Whedon telah menyutradarai film The Avengers (2012) dan sekuelnya, Avengers: Age of Ultron (2015).
Dalam iklan yang bertajuk Save The Day itu, para pemeran Avengers menyatakan dukungannya terhadap calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.
Tak hanya mereka, selebriti lainnya pun ikut terlibat, seperti Julianne Moore, James Franco, Keegan-Michael Key, Clark Gregg, Stanley Tucci, Martin Sheen, Neil Patrick Harris, Taran Killam dan Rosie Perez.
Selebriti yang tampil mengutarakan pendapatnya, sekaligus menjanjikan sejumlah hal yang akan terwujud, jika Hillary menang dalam pemilihan Presiden AS.
Salah satunya, mereka berjanji akan membuat pemeran Hulk, Mark Rufallo, mau melakukan adegan tanpa busana dalam film terbarunya.
Merasa dijadikan tumbal, Ruffalo tentu saja tampak kebingungan dengan memperlihatkan ekspresi muka yang lucu.
Selain tampil dalam iklan, sutradara Whedon juga sudah menyumbang dana sebesar US$1 juta--atau sekitar Rp13 miliar, untuk mendukung Clinton mengalahkan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump.
"Ini bukan tentang menyerang, karena Donny [Trump] sudah sangat baik menyerang dirinya sendiri," kata Whedon.
Ia pun menambahkan, bahwa iklannya itu dibuat dengan maksud mengajak penduduk AS agar berpartisipasi pada pemilihan presiden.
"Karena sikap apatis itu menakutkan, bahwa pemilihan sangat penting untuk hidup mereka," ujar Whedon.
Sementara itu, vokalis U2, Bono, juga telah 'menyerang' Trump, dengan mengatakan bahwa pencalonannya merupakan hal yang menakutkan bagi AS.
"Amerika adalah sebuah ide dan gagasan yang terikat dalam keadilan dan kesetaraan bagi semua. Saya tidak berpikir dia seorang Republikan, saya rasa dia membajak partai dan mencoba membajak Amerika," kata Bono.
Sumber: www.cnnindonesia.com