Kebutuhan Perumahan di Banten Capai 560 Ribu Unit

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Banten, Roni H Adali, saat diwawancara terkait backlog rumah di Banten, Rabu (17/5/2017). (Foto: TitikNOL)
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Banten, Roni H Adali, saat diwawancara terkait backlog rumah di Banten, Rabu (17/5/2017). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Kebutuhan perumahan atau backlog di Banten hingga 2017 ini mencapai 560 ribu unit. Salah satu faktornya adalah lambatnya pencairan dana bantuan uang muka dari pemerintah. Selain itu, persoalan lainnya yaitu procedural perbankan dan perizinan yang belum merata.

“Backlog Banten itu mencapai 560.000 rumah, kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat itu pasokan suplaynya masih kurang,” ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Banten, Roni H Adali, saat menggelar silaturahim pengurus dan anggota DPD REI Banten, di Hotel Horison, Kab. Serang, Rabu (17/5/2017).

Dengan kondisi tersebut, kata dia, DPD REI berupaya berperan serta dalam pembangunan rumah untuk rakyat di Provinsi Banten.

“Acara ini adalah momentum untuk menjalin komunikasi dengan stakeholder terkait sehingga ada sinergitas yang terjalin. Ini tugas kita bersama, memperkecil backlog itu,” tukasnya.

DPD REI Banten menargetkan membangun 8.000 unit rumah untuk masyarkaat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2017 ini. “Ini kontribusi REI Banten untuk memenuhi kebutuhan rumah. 8.000 adalah target realistis, karena kebutuhan rumah bersubsidi masih sangat tingg,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara DPD REI dengan BJB dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, pihaknya terus melakukan MoU dengan sejumlah pihak termasuk dengan Bank Bjb dalam upaya mempercepat target penyerapan program sejuta rumah.

''Mudah-mudahan melalui MoU ini bisa mempercepat target penyerapan program sejuta rumah khususnya di Banten," kata Soelaeman.

Ia mengatakan, dari target satu juta rumah untuk MBR pada 2017 ini, realisasinya sudah sekitar 200 ribuan secara nasional. Bahkan biasanya produksi meningkat pada bulan Juli dan Agustus karena saat ini sedang tahap adminisitratif.

''Nanti Juli Agustus pasti banyak launching sekarang sedang infrastruktur administrasinya,"kata Soelaeman. (Kuk/red)

Komentar