Pelindo II Cabang Banten Siap Tampung Kepadatan Bongkar Muat di Tanjung Priok

GM Pelindo II Cabang Banten saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: TitikNOL)
GM Pelindo II Cabang Banten saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Untuk mengurangi kepadatan, pemerintah berencana mengalihkan sebagian bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok ke pelabuhan di Cilegon. Secara umum, Pelindo II Cabang Banten menyatakan kesiapan tersebut.

General Manager Pelindo II Cabang Banten, Hendro Haryono mengaku siap menampung sebagian bongkar muat yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok ‎ke pelabuhan yang ada di Cilegon. Secara fasilitas, kata Hendro, pihak pelabuhan sudah berkoordinasi dengan stakeholder baik dari perusahaan trucking dan lain-lain.

"Itu kan baru rencana, tapi kalau kami sendiri untuk cabang kami siap kalau itu memang betul-betul kontainer-kontainer yang arah ke Banten itu langsung dibongkar di sini kami fasilitasi. Secara fasilitas siap, ini kami sudah bicara dengan teman-teman di sini," ujar Hendro kepada wartawan di kantornya, Senin (26/3/2018),kemarin.

"Jadi kalau memang ada kontainer ‎dari sana nanti temen-temen PBM (perusahaan bongkar muat) dia yang akan angkut, tapi intinya seratus persen kita siap," katanya.

‎Selain dengan perusahaan bongkar muat, pihak Pelindo II Cabang Banten juga bekerja sama dengan Pelabuhan Indah Kiat atau Merak Mas. Pasalnya, di pelabuhan tersebut fasilitas berupa dermaga mampu untuk bongkar muat kontainer yang biasa dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Mencukupi, karena kan begini, kita juga kan join dengan (pelabuhan) Indah Kiat, itu kan bisa untuk kontainer semua, jadi kita bisa, secara prinsip kita siap tinggal kebijakannya saja, kita nunggu kebijakan dari pusat kalau memang oke kita siap," ungkapnya.

Dengan adanya rencana pengalihan itu, Hendro juga siap menerapkan yang sudah dikerjakannya di Tanjung Priok untuk diterapkan di Banten.

"Saya nanganin di sana itu kan macem-macem dan sangat penuh, kontainer aja sudah 7.600 per tahun, terus barang-barang yang lain juga cukup material," tukasnya. (Ardi/TN1).

Komentar