Pj Gubernur Banten Sebut Indikator Makro Pembangunan Belum Tercapai

Penjabat Gubernur Banten, Nata Irawan. (Dok: kumparan)Penjabat Gubernur Banten, Nata Irawan. (Dok: kumparan)

SERANG, TitikNOL – Empat indikator makro pembangunan Banten belum capai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2017 hingga 2016 ini. Empat hal itu adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), penurunan penduduk miskin dan pengangguran terbuka.

Penjabat Gubernur Banten, Nata Irawan, dalam penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) akhir tahun anggaran 2016, di paripurna di Gedung DPRD Banten, Kamis (30/3/2017) mengatakan, persentase penurunan kemiskinan dari target 4,9-4,7 persen di RPJMD baru mencapai 5,36 persen.

Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terealisasi 70,35 persen dari target RPJMD sebesar 75,13 persen. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) terealisasi 5,26 persen dari target RPJMD 6,8-6,9 persen. Dan, capaian persentase pengangguran terbuka terealisasi 8,92 persen dari target 8,74 persen.

Kendati belum mencapai target RPJMD, menurut Nata capaian kinerja tahun anggaran 2016 tersebut menunjukan adanya sinergi antara legislatif dengan eksekutif dalam penyelenggaran pemerintah daerah.

“Saya berharap proses pembahasan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggran 2018 yang dilakukan oleh unsur Legislatif dan unsur Eksekutif, didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang penting dan mendesak, berdasarkan kondisi eksisting daerah atau wilayah,” ujarnya. (Kuk/Rif)

Komentar