Target RPJMD Pemprov Banten 2012 - 2017 Tidak Tercapai, Ini Penyebabnya

Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsia saat memberikan keterangannya kepada wartawan. (Foto: TitikNOL)
Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsia saat memberikan keterangannya kepada wartawan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2012-2017 tidak tercapai. Hal itu membuat Pempriv melakukan revisi pada indikator makro pembangunan ke depan.

Dikatakan Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsia, meski tidak tercapai, selisih prosentase dengan target hanya tipis. Hal itu yang membuat pemerintah provinsi melakukan evaluasi untuk pembangunan.

“Capaian RPJMD 2012-2017 yang banyak tidak tercapai targetnya, di antaranya target LPE sebesar 6,9 persen pada 2017 yang per Februari 2017 lalu hanya baru terealisasi sebesar 5,52 persen, penduduk miskin dari target 4,6 persen hanya terealisasi 5,45 persen dan TPT yang hanya tercapai 7,75 persen dari target sebesar 8,24 persen,” kata Hudaya ditemui di pendopo Gubernur Banten, Senin (16/10/2017).

Tidak tercapainya target tersebut kata Hudaya, karena tidak maksimalnya usaha dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Maka itu, pemprov meminta di masing-masing OPD untuk melakukan evaluasi dalam melakukan kegiatan.

“Ini sekaligus warning kepada kepala dinas harus serius dan harus mencermati usulan kegiatan. Jadi jangan asal bikin kegiatan tanpa dasar dan tidak berimplikasi pada perubahan capaian kinerja. Ini yang kadang kurang mendapat perhatian,” ungkapnya.

Ke depan kata Hudaya, setiap OPD harus fokus pada program yang direncanakan, dimana setiap program yang dilaksanakan harus jelas dan dapat memberikan kontribusi terhadap capaian target indikator makro pembangunan.

“Pekerjaan yang cukup berat ini harus menghantarkan pada tingkat pemahaman terhadap target kinerja yang harus mereka fokus kembangkan. Jangan sampai target gizi buruk diturunkan tapi angka ini tidak mempengaruhi angka harapan hidup, kepastian ekonomi, pendidikan dan sebagainya sehingga setiap rencana tidak menghadirkan kontribusi kenerja terhadap indikator makro tadi,” pungkasnya. (Gat/red)

Komentar