Jum`at, 4 April 2025

Rencanakan ‘Simpan’ Sekda di Kantor, Ini yang akan Dilakukan WH-Andika

Suasana usai Rakor Pelaksanaan Program dan Kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022 di Pendopo Gubernur, di KP3B, Curug, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Suasana usai Rakor Pelaksanaan Program dan Kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022 di Pendopo Gubernur, di KP3B, Curug, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, menyatakan akan lebih sering turun ke masyarakat atau ‘blusukan’ untuk memantau proses pembangunan yang tengah berlangsung di lapangan.

Hal tersebut dilakukan keduanya, sebagai bentuk memantau efektifitas program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui bantuan keuangan.

“Nanti kita (Gubernur dan Wakul Gubernur) memang akan banyak monitoring ke luar. Pak Sekda nanti yang standby di sini. Monitoring ke pemerintah daerah di kabupaten/kota, untuk melihat apakah bantuan keuangan yang kita berikan itu sesuai atau sejalan dengan program provinsi,” kata Wahidin, di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (16/5/2017)

Lanjut Wahidin, dari pengalaman yang sudah-sudah, bantuan keuangan sudah bisa dicairkan namun tidak disertai dengan petunjuk teknis (juknis).

“Padahal itu sangat penting, makanya saya minta mulai sekarang semua tindakan administrasi harus didahulukan sebelum pelaksanaan,” lanjutnya.

Gubernur menambahkan, monitoring ke lapangan juga perlu dilakukan agar Gubernur dan Wakil Gubernur dapat lebih mengenal lebih dekat masyarakatnya baik itu di wilayah pedesaan maupun perkotaan, serta mengetahui secara langsung hal-hal apa saja yang dibutuhkan masyarakat dari kedua zona tersebut.

“Tentu saja berbeda, antara kebutuhan masyarakat di desa atau di kota. Sehingga diharapkan ada harmonisasi antara program pemerintah dengan yang menjadi kebutuhan masyarakat.” tambahnya.

Sementara itu, Berkaitan dengan penggunaan anggaran, dirinya meminta Inspektorat dapat meningkatkan fungsi pengawasan yang melekat pada instansinya yakni Inspektorat kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Banten.

“Saya ingin, Inspektorat melaporkan langsung hasil pengawasan atau yang menjadi tupoksinya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur. Kalau koordinasi silahkan ke Asda I. Tapi Inspektorat harus jadi panca indera kami, yakni Gubernur dan Wagub," ungkapnya.

Bahkan, Gubernur menginginkan agar secara rutin Inspektorat dapat menyampaikan hasil pemeriksanaannya terhadap seluruh OPD. Karena kedepan ia akan mengekspos hasil pemeriksaan atau temuan-temuan OPD dalam rapat terbuka.

“Nanti kepala dinas jangan tersinggung kalau saya mengekspos temuan hasil pemeriksaan inspektorat. Karena kelemahan kita ini males, kalau ada temuan tidak sesegera mungkin diselesaikan. Jangan sampai nanti ada temuan terus didiamkan saja,” pungkasnya. (Gat/red)

Komentar