Balita Ini Selamat dari Terjangan Tsunami di Pesisir Pantai Pandeglang

Dua anak balita warga Kampung Pematang Kanyere, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang selamat dari terjangan tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam. (Foto: TitikNOL)
Dua anak balita warga Kampung Pematang Kanyere, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang selamat dari terjangan tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam. (Foto: TitikNOL)

PANDEGLANG, TitikNOL - Dua anak balita warga Kampung Pematang Kanyere, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang selamat dari terjangan tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Balita itu adalah Nurhasanah berusia 4 tahun dan Salsa 2,5 bulan, keduanya putri dari pasangan suami isteri, Sarki (35) dan Hamdah (30). Saat terjadi tsunami Nurhasanah dan Salsa terendam air laut selama hampir 30 menit.

Hamdah sang ibu menceritakan peristiwa yang mengerikan dan nyaris merengut nyawa kedua putrinya itu, saat itu ia mengaku tengah menjaga warung di Cikoneng tiba-tiba air laut menghantam warung miliknya.

"Anak saya ada didalam air sampai terendam dan saya raba kedasar sampai sekitar 30 menit akhirnya ketemu,"kata Hamdah saat berbincang dengan TitikNOL, Senin (24/12/2018).

Setelah ditemukan kata Hamdah, dirinya langsung membersihkan air laut yang masuk ke tubuh kedua anaknya tersebut. Namun sampai dua hari baru ada pertolongan dari tim medis.

"Baru kali ini ada pertolongan dari pihak kesehatan, sebelumnya belum ada,"imbuh Hamdah.

Kedua anaknya itu ditangani oleh tim medis dari relawan Muhamadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang datang ke lokasi setelah mendapat informasi terdapat pengungsi yang menjadi korban tsunami.

Tim MDMC datang sekira pukul 15.00 WIB untuk memberikan pertolongan. "Awalnya kami ada yang menyetop dan memberitahu bahwa ada korban yang sudah di atas gunung, kami langsung menuju ke tempat yang diberitahukan warga,"kata relawan MDMC Kharis Khadafi. (Tolib/Gun/red)

Komentar