Sabtu, 5 April 2025

Camat Pulomerak Bantah Orang Suruhannya Tebang Pohon di Pulau Merak Kecil

Camat Pulomeraik, Muhammad Hatta didampingi kuasa hukumnya, Silvy Shofawi memberikan keterangan kepada awak media terkait adanya dugaan penebangan pohon di Pulau Merak Kecil. (Foto: TitikNOL)
Camat Pulomeraik, Muhammad Hatta didampingi kuasa hukumnya, Silvy Shofawi memberikan keterangan kepada awak media terkait adanya dugaan penebangan pohon di Pulau Merak Kecil. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Adanya dugaan penebangan pohon di Pulau Merak Kecil, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, berbuntut panjang. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan penebangan pohon di Pulau Merak Kecil yang merupakan wilayah konservasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, orang yang diduga melakukan penebangan pohon di Pulau Merak Kecil bernama Asraf. Asrat disebut-sebut orang suruhan Camat Pulomerak, Muhammad Hatta.

Sementara saat dikonfirmasi, Camat Pulomerak, Muhammad Hatta membantah jika orang suruhannya tersebut telah melakukan penebangan pohon. Dia mengungkapkan, orang suruhan itu hanya bersihkan semak-semak supaya tidak mengganggu masyarakat yang berkunjung ke Pulau Merak Kecil.

"Awalnya saya berinisiatif menyuruh mang Asraf untuk membersihkan pulau itu. Terus saya juga bilang ke dia jangan menebang pohon ya, hanya nyapu semak-semak aja biar orang yang kesana nyaman. Jadi tidak benar adanya penebangan pohon , " kata Hatta, Minggu (28/6/2020).

Camat mengaku tidak ada niat tertentu dan hanya ingin membersihkan semak-semak supaya tidak menganggu masyarakat yang berkunjung ke Pulau Merak Kecil.

"Saya sebagai Camat ingin Pulau Merak Kecil ini bersih dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung . Jadi saya tidak ada maksud lain apalagi katanya saya ingin mengelola pulau , tidak benar itu ," jelasnya.

Selain menyangkal memerintahkan menebang pohon, Hatta menegaskan, jika informasi yang diterima oleh Satreskrim Polres Cilegon tentang penebangan pohon itu untuk kepentingan pembangunan rumah makan adalah bohong.

"Itu tidak benar, bahkan yang katanya saya memungut retribusi untuk kepentingan saya juga tidak benar," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Hatta, Silvy Shofawi mengaku tak mempersoalkan langkah yang sedang ditempuh oleh pihak kepolisian dengan melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penebangan pohon.

Silvy mengaku akan mendampingi Hatta mengikut proses yang sedang dilakukan oleh aparat kepolisian tersebut.

"Kami siap mengikuti proses yang sedang berjalan, ini kan baru praduga ,"ungkapnya. (Ardi/TN1).

Komentar