SERANG, TitikNOL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menyebutkan, ada 102 anak yang tertimpa penyakit gizi buruk.
Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal mengatakan, jumlah kasus tersebut masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Kota Serang.
"Gizi buruk ini yang tercatat di kami ada 102, tapi kalau kita hitung persentasenya 0,13 masih kecil," katanya saat ditemui di salah satu Rumah Makan wilayah Serang, Kamis (8/8/2019).
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan anak tertimpa penyakit gizi buruk, di antaranya pola asuh anak, status ekonomi dan pendidikan orang tua. Namu yang paling banyak menyumbang kasus gizi buruk di Kota Serang ada pada Kecamatan Kasemen.
"Kenapa di komplek tidak ada gizi buruk ? Karena di komplek itu daya belinya bagus orangtuanya, akses untuk berobatnya mereka bisa milih. Sedangkan bagi masyarakat yang dipingir ini, kalau hanya penanganannya orang kesehatan, katakanlah Puskesmas gak mungkin, orang Puskesmasnya bilang ini anaknya kecil harus dibantu makanan cukup gizi dan cukup protein," terangnya.
Ia menuturkan, permasalahan gizi buruk di Kota Serang akan menemui babak baru. Pasalnya, Islamic Relief yang khusus menangani gizi buruk akan berakhir kontrak pada September mendatang. Hingga kini, pihak Dinkes belum menemukan master plan untuk menekan pertumbuhan angka gizi buruk.
"Kalau kita lihat datanya persentasenya menurun hanya memang kita dibantu Islamic Relief. Hanya masalahnya Islamic Telief akan berkahir september di Kota Serang ini," pungkasnya. (Son/TN1)