Jum`at, 4 April 2025

Potret Kehidupan TKA di Kota Cilegon

Hajatan Jadi Ajang Foto-foto, Nemu Restoran Pasti Mabuk-Mabukan

TKA asal Tiongkok terlihat berkeliaran di lingkungan Kavling Baru Dua, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak. (Foto: TitikNOL)
TKA asal Tiongkok terlihat berkeliaran di lingkungan Kavling Baru Dua, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) mau tidak mau akan membawa dampak terhadap masyarakat pribumi. Apalagi ketika jumlah TKA yang datang berjumlah ribuan orang, tentu kondisi ini harus menjadi perhatian seluruh kalangan

Di Kota Cilegon, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkot Cilegon mencatat sebanyak 1.033 Tenaga Kerja Asing (TKA) bekerja di Kota Baja ini. Tingginya investasi industri asing di Kota Cilegon, menjadi penyebab membludaknya TKA di kota yang berada di ujung barat Pulau Jawa tersebut.

Ribuan TKA yang membanjiri Kota Cilegon itu sendiri didominasi dari negara Tiongkok dan Korea Selatan.

Berdasarkan penelusuran TitikNOL di lapangan, Hotel Indo Griya yang berlokasi di Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, sudah di alih fungsikan menjadi mes untuk menampung TKA asal Tiongkok.

Ketua RT 01 RW 06 lingkungan Kavling Baru Dua, Kelurahan Lebak Gede, Sulistiawati, mengaku bahwa para TKA yang ada di wilayahnya sering masuk ke perkampungan saat keluar dari mes.

"Mereka (TKA) kan sering keluar untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Tapi tidak jarang juga mereka masuk ke perkampungan. Apalagi saat ada acara hajatan warga mereka pasti datang rombongan," jelasnya kepada TitikNOL belum lama ini.

Dia mengungkapkan, saat berada lokasi hajatan, para TKA hanya ingin berfoto-foto .Bahkan ketika diajak warga makan, mereka tidak pernah mau dan selalu menolak tawaran warga.

"Mungkin TKA ini penasaran ingin melihat adat atau budaya kita di saat acara hajatan, resepsi pernikahan, maupun khitanan," ujarnya.

"Alhamdulillah ya warga di sini tidak pernah melihat mereka meminum minuman keras ditempat umum sehingga meresahkan masyarakat. Apalagi sampai adanya kawin kontrak," katanya.

Penelusuran TitikNOL tentang kehidupan TKA terus dilakukan hingga ke tempat hiburan malam. Al hasil dalam penelusuran tersebut ada tempat hiburan malam terbesar di Kota Cilegon yang menyediakan ruang khusus atau room untuk TKA asal Korea Selatan.

Tidak sebatas itu saja, TitikNOL juga sempat melihat langsung TKA yang sedang bersantai di sebuah restoran sambil meminum-minuman keras bersama teman wanita. Kondisi tersebut berbanding balik dengan kegiatan di lingkungan tempat mereka tinggal, mereka menjadi meresahkan karena mereka mabuk di tempat umum.

Sementara itu Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon Hifdullah mengatakan, TKA seharusnya disiapkan satu tempat sehingga tidak berbaur langsung dengan masyarakat.

"Jangan sampai ke depannya nanti orang Cilegon ini matanya sipit semua. Saya minta pemerintah menyediakan tempat untuk TKA, gunung kek atau di mana, yang penting tidak berbaur dengan masyarakat kita," tuturnya.

Maka dengan itu, Hifdullah meminta kepada Pemerintah Kota Cilegon agar menyediakan satu tempat khusus untuk penampung TKA. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga akidah supaya tidak terpengaruh dengan budaya luar.

"Saya minta warga harus menjaga akidah supaya tidak terpengaruh," tegasnya. (Ardi/red)

Komentar