Harga Meroket, Pedagang Daging Sapi di Serang Akan Mogok Massal

Para pedagang sapi di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Para pedagang sapi di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Para pedagang sapi di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang akan melakukan aksi massal mogok berdagang. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah ihwal meroketnya harga sapi sejak awal tahun.

Salah satu pedagang daging sapi di PIR, Musi Yusuf mengatakan, mogok dagang rencananya akan dilakukan hingga hari senin (25/1). Bahkan, kabar itu telah dimuat melalui Surat Edaran (SE) perkumpulan para pedagang daging yang tergabung dalam Gappenda Provinsi Banten.

Dalam surat edarannya, tertulis distributor daging, pedagang dan pemotongan daging tidak boleh melakukan aktivitas sejak tanggal 21 hingga 25 Januari 2021.

Namun menurut pria yang kerap disapa H. Alung itu menuturkan, kepastian mogok dagang akan dipastikan secara musyawarah hari ini.

"Di serang mau libur jualan karena rugi. Sementara ini orang Indonesia gak belanja di Austalia. Sapinya mahal, naiknya lumayan tinggi. Nggak tahu (sampai) minggu atau senin mau mogok. Dari asosiasi pedagang disini harus rapat (dari pedagang) Cilegon, Serang semua dikumpulin," katanya saat ditemui di lapak jualannya, Rabu (20/1/2021).

Ia menerangkan, biasanya daging sapi dijual paling mahal Rp110 ribu perkilogram. Tapi saat ini, seluruh pedagang di PIR menjual Rp120 ribu perkilogram. Harga setinggi itu biasanya hanya terjadi saat idul fitri. Jika tidak ada perkembangan, ditaksir harga daging sapi pada perayaan lebaran akan tembus Rp170 ribu perkilogram.

"Kemarin Rp110 ribu, sekarang kenaikannya jadi Rp120 ribu. Makanya semua orang ingin libur. Kalau melihat sekarang bisa Rp170 ribu sekilo lebaran. Biasanya Rp120 ribu," terangnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya mengaku mengalami penurunan penjualan secara signifikan. Jika biasanya sehari terjual 7 ekor daging sapi, saat ini hanya terjual paling banyak 4 ekor daging.

"Harapannya ingin murah, tapi gak mungkin. Kalau dari perusahan belanja hari ini buat lebaran. Belanja disana nggak kuat harganya. Kalau sehari 7 ekor, sekarang paling 4 ekor," jelasnya. (SON/TN2)

Komentar