Jum`at, 4 April 2025

IDI Sebut Penanganan Covid-19 di Banten Kurang Efektif

Suasana audiensi IDI Banten dan DPRD Provinsi Banten di Gedung serba guna. (Foto: TitikNOL)
Suasana audiensi IDI Banten dan DPRD Provinsi Banten di Gedung serba guna. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banten Budi Suhendar menyebutkan, penanganan Covid-19 di wilayah Banten kurang efektif dan belum maksimal. Hal itu dinilai dari data penanganan corona yang selalu mengalami peningkatan kasus positif dan kematian.

"Selama ini kami melihatnya sudah ada giat itu. Namun dalam belakangan hari ini ada kesan kurang efektif, itu akan kami dorong untuk optimal," katanya saat ditemui di DPRD Provinsi Banten, Selasa (2/2/2021).

Ia mengatakan, Satgas Provinsi Banten harus memetakan mekanisme penanganan Covid-19 dengan baik. Mengingat, klaster keluarga saat ini mendominasi penyebaran kasus.

Maka perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin dengan melakukan 5M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi).

"Bersama-sama kita nilai sekiranya apa saja yang perlu kita perkuat, sempurnakan khususnya dalam hal pemahaman semua pihak termasuk masyarakat, bahwa 5M itu kebutuhan di era pandemi. Banyak kalster keluarga, artinya keluarga ini hal yang penting untuk meresap dalam kalbu keluarga bahwa menjaga diri salah bentuk saling menyayangi," terangnya.

Ia menerangkan, idealnya penanganan dan pencegahan harmoni. Sebab pada kondisi di lapangan, tempat tidur untuk pasien Covid-19 akan mudah ditambah, namun untuk tenaga kesehatan yang merawatnya sangat sulit dilakukan penambahan. Terlebih, tidak sedikit tenaga kesehatan juga terpapar virus corona.

"Karena kalau hanya berfikir dalam penanganan, seberapapun tempat tidur ditambah, apabila penanganannya kurang akan bertambah terus (pasien psitif). Masalahnya adalah tempat itu bisa ditambah, SDM belum tentu bisa ditambah cepat. Agar tidak terjadi cheos kami mendorong penguatan mekanisme ini dalam bidang pencegahan," jelasnya. (Son/TN1)

Komentar