Jatuh Dari Ketinggian, Karyawan Tewas di Area Pabrik PT Krakatau Posco

Ilustrasi. (Dok: beritasatu)Ilustrasi. (Dok: beritasatu)

CILEGON, TitikNOL - Kecelakaan kerja kembali terjadi di PT Krakatau Posco, Cilegon. Kali ini, seorang pekerja tewas setelah terjatuh dari ketinggian di Area Steel Makin Plan (SMP) pabrik baja terpadu tersebut.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan kerja yang menewaskan Muhammad Iscal (25) tersebut, terjadi pada Kamis (5/1/2017) sore sekitar pukul 16:30 WIB. Saat itu korban tengah bekerja di Steel Making Plan tepatnya di atap atas Arean Continous Casting.

Korban terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Korban sendiri diketahui sebagai salah satu pekerja di PT. Royal Abadi. Korban tewas dengan kondisi mengenaskan.

Penyidik Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Rachmatullah, membenarkan insiden tersebut. Ia mengakui jika pihaknya kini belum mendapat informasi lengkap atas kejadian itu. Namun Ia membenarkan adanya satu korban pekerja yang meninggal seketika di tempat kejadian.

“Iya benar, ada satu korban pekerja yang informasinya meninggal di lokasi. Untuk jelasnya kami belum tahu. Tetapi korban diduga jatuh saat bekerja di atas ketinggian,” ungkapnya.

Untuk proses penyelidikan lebih lanjut sambung Rachmatullah, pihaknya akan terjun langsung ke lokasi untuk menelusuri penyebab laka kerja tersebut.

“Kita akan cek ke lokasi ,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary PT. Krakatau Posco Agus Sutan Kaharudin, tidak membantah peristiwa tersebut. Sutan menyebut, jika korban merupakan salah satu pekerja dari perusahaan rekanan PT KP.

“Kejadiannya di area Steel Making Plan. Yang bersangkutan bernama Muhamad Iscal (25). Saat itu korban tengah melakukan perbaikan di atap diarea itu. Entah kenapa, tiba-tiba dia terperosok sekitar 20 meter lah, Sementara harnestnya komplit,” katanya.

Agus mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi secara intensif terkait laka tersebut.

“Sekarang sedang kita investigasi bersama polisi. Ada saksi-saksi yang juga sedang ditanya. Untuk lengkapnya, kami masih menginvestigasi ini terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya,” tutupnya.(Ardi/red)

Komentar