Kasihan, Penderita Gizi Buruk di Kota Serang Tak Diobati Akibat Miskin

Riani (9), warga Puri Anggrek Blok D4 no 24, Kota Serang penderita gizi buruk. (Foto: TitikNOL)
Riani (9), warga Puri Anggrek Blok D4 no 24, Kota Serang penderita gizi buruk. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Di tengah ramainya pemberitaan mengenai pembelian mobil dinas Wali Kota Serang Syafrudin akhir-akhir ini, ada seorang bocah bernama Riani (9), warga Puri Anggrek Blok D4 no 24, Kota Serang, tidak bisa berobat lantaran keadaan orang tuanya yang kurang mampu.

Dermam, sang ayah menuturkan, pihaknya pernah membawa Riani ke Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Banten, namun hal itu tidak bertahan lama karena faktor keadaan.

"Sempet dirawat di RSUD Banten empat hari dari Selasa malem Minggu kemarin. Tinggal di IGD aja, masuk dan keluar dari IGD juga," katanya kepada wartawan, Rabu, (20/3/2029).

Ia mengakui tidak ada bantuan dari pihak Rumah Sakit (RS) lantaran terlambatnya pembuatan persyaratan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

"Empat hari bayar 700 ribu lebih karena masuk umum, saat itu SKTM belum ada, telat bikinnya. Sekarang juga lagi bikin BPJS," ungkapnya.

Sementara itu, Orin yang merupakan bibi dari Riani mengatakan, untuk saat ini keponakannya itu didiagnosa gizi buruk oleh pihak RSUD Banten.

"Diagnosa awal gizi buruk akhirnya sekarang kemana-mana kayak mata sebelah kiri jadi katarak gak bisa melihat. Gejala awalnya sih batuk, pilek gak berenti-berenti sama panas. Sekarang mulutnya berjamur, kata dokter harus dikorek (dibersihkan). Kalau tidak dikorek nanti timbul lagi dari yang lain," kata Orin.

Ia pun berharap, ada perhatian dari pihak Pemkot untuk memberikan bantuan kepada ponakannya (Riani).

"Saya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk ponakan saya. Kasian dia, sedih saya melihatnya," pungkasnya. (Gat/TN1)

Komentar