SERANG, TitikNOL - Peningkatan kasus Covid-19 selama satu pekan terakhir, membuat Kota Serang naik status menjadi daerah risiko sedang atau zona orange.
Hal itu diketahui, setelah Juru bicara Satgas penanganan covid-19 Wiku Adisasmito mengumumkan atas kenaikan status dari zona kuning ke zona orange di 49 daerah. Salah satunya adalah Kota serang.
Merespon pernyataan itu, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, Pemkot Serang akan mengkaji ulang tentang manfaat dan potensi buruk dari kebijakan belajar tatap muka dimasa pandemi.
“Pusat memberikan keputusan Kota Serang kembali orange, kami akan kaji lagi manfaatnya sejauh mana, dengan tatap muka ini mudhorotnya berapa persen, manfaatnya berapa persen,” katanya saat ditemui di SDN 3 Kota Serang, Rabu (19/8/2020).
Menurutnya, model pembelajaran tatap muka bagian dari ikhtiar Pemkot Serang dalam mencerdaskan generasi bangsa. Tetapi yang perlu dicatat, pelaksanaan itu dibarengi dengan standar protokol kesehatan.
“Karnea ini sudah keputusan Pemkot Serang, toh kami tidak kekeh harus belajar, ini ikhtiar juga tidak menyampingkan protokol kesehatan. Belajar dapat, tapi kesehatan juga dijaga,” ungkapnya.
Namun untuk sejauh ini, Subadri mengklaim pelaksanaan belajar tatap muka berlangsung secara aman. Meskipun disisi lain, pihaknya mengakui di beberapa sekolah masih ada ditemukan belum menjalankan protokol kesehatan secara maksimal.
“Perhari ini masih aman, kemarin saya keliling aman. Kalau kesiapan sempurna sulit, kemarin ada siswa yang belum siap, protokol kesehatan hanya sebatas jaga jarak, ada handsanitazer. Dengan kekurangan itu bukan mengklaim belum siap, tapi masih kurang,” tukasnya. (Son/TN1)