LEBAK, TitikNOL – Sungguh miris nasib Mat Entus (57), warga Kampung Pasir Eurih, Desa Bojongcae, Kecamatan Cibadak. Disebut mengalami gangguan jiwa oleh pihak keluarga, Mat Entus dipasung di belakang rumah anaknya sendiri.
Ironisnya, Mat Entus telah dipasung hampir selama 20 tahun. Alasan pihak keluarga melakukan aksi pasung, karena Mat Entus kerap mengamuk dan menyerang anggota keluarga lain. Untuk alasan keamanan, kedua kaki dan tangan Mat Entus pun dirantai.
Lisyati (31) menantu Mat Entus mengatakan, keluarga terpaksa harus memasungnya lantaran kerap mengamuk dan pernah mencekik leher salah satu keluarganya sendiri.
"Iya, mertua saya sering mengamuk dan mencekik kalau dilepas rantainya. Kalau kepada keluarga orang lain sih nggak mengganggu, tapi kalau kepada keluarga sendiri suka mencekik leher," ujar Lisyati kepada wartawan, Minggu (2/4/2017).
Kata Lisyati, mertuanya itu sebetulnya masih bisa diajak komunikasi jika diberi obat dari dokter. Namun saat obat yang diberikan sudah habis, Mat Entus kembali mengamuk sehingga keluarga harus memasungnya.
"Kalau tidak salah sudah 20 tahun mertua saya dipasung, saya kurang tahu pasti penyebabnya. Tapi kata keluarga sebelum seperti sekarang, mertua saya bekerja sebagai kuli bangunan dan saat bekerja terkena benturan di kepala bagian belakang," terang Lisyati.
Tak ada jalan lain kata Lisyati, karena ketidakmampuan keluarga dan tidak ada biaya untuk berobat, bapak mertuanya terpaksa selalu dipasung. "Kalau obat dari puskesmas sih sering saya menebusnya, tapi kalau sudah habis suka ngamuk lagi," tukas Lisyati.
Sementara, Uun Sunarya, Kepala Puskesmas Cibadak saat dihubungi wartawan mengaku akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan wartawan. (Gun/red)