Pencarian WNA Tiongkok yang Hilang di Pulau Sangiang Dihentikan

Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penghentian pencarian WNA yang hilang di Pulau Sangiang. (Foto: TitikNOL)Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penghentian pencarian WNA yang hilang di Pulau Sangiang. (Foto: TitikNOL)
CILEGON, TitikNOL - Pencarian terhadap WNA asal Tiongkok yang hilang di Pulau Sangiang pada Minggu (3/11/2019) lalu resmi dihentikan. Namun, Basarnas Banten tetap melakukan pemantauan.

Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian terhadap korban selama 6 hari perpanjangan dari waktu 7 hari sesuai dengan SOP. Namun dari pencarian tersebut hasilnya nihil.

"Untuk operasi SAR secara langsung dihentikan. Kita hanya melakukan pemantauan dan melibatkan potensi SAR seperti nelayan atau kapal yang melintas di perairan sekitar," kata Kepala Kantor Basarnas Banten Zaenal Arifin kepada wartawan di Merak, Jumat (15/11/2019).

Personel tim SAR gabungan mulai hari ini kembali ke markas masing-masing, posko gabungan di Pelabuhan Merak pun dibubarkan. Basarnas hanya melakukan pemantauan dan menunggu informasi dari masyarakat sekitar pesisir Banten dan Lampung.

"Untuk pemantauan kita tidak membatasi waktu misalnya ada informasi ditemukan kita akan kembali melakukan operasi SAR," jelasnya.

Zaenal melanjutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Basarnas di seluruh wilayah Pulau Sumatera untuk melakukan pemantauan, apabila ada tanda-tanda penemuan, maka Basarnas akan langsung mengevakuasi.

"Selanjutnya pemantauan dan pelaksanaan operasi SAR akan dilaksanakan oleh Basarnas Banten atau SAR Lampung dan diteruskan ke SAR di pesisir Sumatera," ujarnya. (Ardi/TN1).

Komentar